LAZNAS Dewan Dakwah - Setiap hari menyeberangi jembatan yang sudah reot di bawah pekatnya malam pegunungan, tak membuat dai muda Dewan Dakwah itu gentar. Di ujung jembatan, sebuah amanah besar menantinya
Ustadz Abdul Majid datang ke Desa Sipeso, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah enam bulan lalu sebagai Dai Dewan Dakwah pertama.
2 km dari Desa, sebuah dusun yang telah lama tak terbina menyimpan cerita pondasi mushola yang mangkrak dan kemurtadan satu persatu penduduknya yang telah mualaf
“Karena ada jeda dua tahun tanpa pembinaan sejak dai terkahir hadir, tidak sedikit penduduk di sini yang kembali murtad,” ungkapnya lirih. Kekosongan itu meninggalkan sebuah saksi bisu: sebuah pondasi mushola yang dibangun tahun 2021 namun terbengkalai karena ketiadaan dana.
Gambar: Mushala Ahmad Dahlan
Pertama kali datang, Ustadz Majid tidak dapat langsung membina para mualaf di dusun karena ketiadaan tempat. Sementara dakwah dari rumah-ke rumah juga tidak memungkinkan. Karena itu ia akhirnya bermukim di Desa Sipeso dan memusatkan dakwahnya di Masjid Desa dengan Membina 30 an anak-anak TPA.
Sementara dusun tersebut, dusun Siwerqiu namanya. Akhirnya, atas permintaan Bapak Aka, -salah seorang Nasrani di Dusun Siwerqiu - yang memiliki banyak kerabat yang sudah muslim, Ustadz Majid bernisiatif melanjutkan pembangunan Mushola yang sempat mangkrak itu. Dengan kerjasama dari beberpa lembaga, pembangunan mushola tersebut dapat berlanjut.
Mushola yang dinamai Ahmad Dahlan itu kini 70% sudah hampir rampung.
Gambar: Ceramah Ramadhan dan Pembinaan Anak-anak Mualaf Dusun Siwerqiu
Ramadhan dan Pembinaan Pertama
Mushola itu telah menjadi jantung kehidupan baru. Ramadhan datang dan pembinaan resmi pun dimulai. Adzan, lantunan ayat suci dari TPA dan aktivitas shalat berjamaah mulai rutin terdengar di dusun yang sunyi itu.
Sekitar 50 jiwa mualaf di dusun tersebut kini mendapatkan pembinaan rutin, 10 anak-anak mualaf akhirnya dapat mulai mengenal huruf hijaiyah.
Meski hanya berjarak 2 km, perjalanan menyambangi dusun Siwerqiu bukan tanpa tantangan. Dengan motor matic pribadinya, dai Dewan Dakwah itu harus menyeberangi jembatan gantung dengan kayu lapuk yang telah berlubang di sana sini. Kondisi semakin mencekam di malam hari ketika hujan, jembatan kayu itu akan menjadi licin untuk dilewati.
Bolak balik keluar masuk bengkel karena ban kempes sudah menjadi salah satu jadwal rutinnya.
Gambar: Jembatan Menuju Dusun Mualaf Siwerqiu
Menjaga Asa di Dua Tempat
Kehidupan sehari-hari Ustadz Majid adalah potret ketulusan yang tak bertepi. Ia mukim di sebuah rumah warga yang kosong di Desa Sipeso. Di sana, ia harus belajar ikhlas ketika sesekali kehilangan bahan pokok seperti beras, gula, hingga pakaian saat ia sedang pergi bertugas ke kampung halamannya di Kabupaten Sigi
Meski fokus membina mualaf, Ustadz Majid tetap menjadi penggerak bagi warga desa umum di Masjid Sipeso. Ia membinaa masyarakat di desa, menjadi Imam tetap masjid, mengisi ceramah dan kajian rutin hingga membina anak-anak TPA di Desa.
Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika Zayyan, salah satu muridnya, rela turun kelas dari tingkat Al-Qur'an kembali ke Iqra 2 demi membenarkan tajwidnya. Bagi Ustadz Majid, ketulusan Zayyan adalah upah yang lebih dari cukup atas segala lelahnya.
Gambar: Pembinaan Anak-Anak di Desa Sipeso
Di luar itu, setiap Jumat, ia menempuh perjalanan empat jam dengan sepeda motor menuju kampung halamannya di Sigi untuk mengisi kekosongan khatib di sana.
Kini, Dusun Mualaf Siwerqiu Desa Sipeso perlahan mulai terbuka. Dua puluh jamaah rutin memakmurkan mushola Ahmad Dahlan yang masih tanpa pintu dan jendela itu. Harapan Ustadz Majid sederhana namun mulia: ia ingin memastikan bahwa pondasi yang ia bangun bersama warga tidak akan pernah vakum lagi, dan cahaya iman di pegunungan Donggala tidak akan pernah padam untuk kedua kalinya.
Para dai dan daiyah yang dibiayai oleh donatur LAZNAS Dewan Dakwah telah membawa perubahan nyata di berbagai wilayah di penjuru negeri. Yuk, jangan lewatkan kisah dai dan daiyah muda lainnya dalam Membangun Negeri dari Pedalaman.
Turut ambil bagian dalam perubahan besar. Sampaikan donasi kegiatan dakwah sahabat melalui LAZNAS Dewan Dakwah.