LAZNAS Dewan Dakwah - IDLIB, SURIAH – Di balik deretan tenda yang berdiri kokoh namun menyimpan ribuan cerita pilu di Idlib Utara, sebuah harapan kecil menyala seiring tenggelamnya matahari. Pada Selasa (17/03/2026), suasana di Kamp Qadasiya dan sekitarnya tampak sedikit berbeda. Tidak ada kepanikan mencari kayu bakar atau bahan makanan yang kian sulit didapat; sebagai gantinya, senyum tulus merekah saat relawan membagikan paket makanan berbuka puasa.

Melalui Relawan LAZNAS Dewan Dakwah, Sebanyak 600 paket Iftar bergizi siap saji telah didistribusikan secara merata kepada keluarga pengungsi dan kelompok rentan di lima titik krusial:
• Kamp Qadasiya
• Kamp Wadi Haroun
• Kamp Al-Hidaya
• Hazrah
• Deir Hassan.

Selama bulan ramadhan, satu persatu tenda pengungsi didatangi dengan paket-paket ifthar, memastikan saudara pengungsi punya makanan untuk berbuka sebelum adzan maghrib menjelang.
Inisiatif ini bukan sekadar bantuan pangan rutin, melainkan upaya untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal tetap bisa merasakan kehangatan Ramadan, layaknya sebuah keluarga besar.
Bagi para ibu dan lansia di kamp-kamp ini, paket Iftar tersebut adalah lebih dari sekadar makanan. Ia adalah bentuk nyata dari solidaritas dunia yang tidak melupakan mereka.
"Alhamdulillah, semoga Allah membalasnya dengan seribu kebaikan. Demi Allah di kamp ini sebagian besar anak-anak tidak punya makanan," ujar salah seorang ibu di depan tenda miliknya.

Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan terorganisir. Relawan memastikan setiap paket sampai ke tangan yang tepat dengan tetap menjaga martabat para penerima manfaat. Keberhasilan distribusi di Idlib Utara ini menjadi bukti bahwa jarak dan konflik tidak menghalangi aliran kebaikan untuk sampai ke jantung kemanusiaan.
Di bawah langit Idlib yang mulai meredup, 600 keluarga malam ini tidak hanya berbuka dengan makanan yang layak, tetapi juga dengan rasa syukur bahwa mereka tidak sendirian.