LAZNAS Dewan Dakwah - LAZNAS Dewan Dakwah kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah pelosok Indonesia. Kali ini, sebanyak 50 paket makanan buka puasa bergizi berhasil didistribusikan kepada warga di Dusun Joneng, Desa Benteng Dewa, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (3/3).
Penyaluran ini bukan tanpa tantangan. Dusun Joneng merupakan salah satu wilayah di pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT) yang aksesnya sangat terbatas. Tim lapangan harus menempuh perjalanan darat melewati medan jalan berbatu tajam hingga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu akibat ketiadaan infrastruktur jembatan yang memadai.

Selama bertahun-tahun, warga di Dusun Joneng hidup dalam keterbatasan akses dasar. Mulai dari ketersediaan listrik yang belum merata, sulitnya mendapatkan air minum bersih, hingga akses jalan yang memutus mobilitas warga ke pusat kecamatan. Di tengah keterisolasian ini, Masjid Babussalam menjadi saksi bisu teguhnya iman saudara-saudara Muslim di sana.
"Alhamdulillah, bantuan ini sampai ke tangan yang tepat. Di tengah keterbatasan akses infrastruktur dan fasilitas dasar, paket makanan bergizi ini menjadi hadiah istimewa bagi warga Dusun Joneng untuk berbuka puasa," ujar perwakilan relawan Laznas Dewan Dakwah di lokasi.

Baca Juga: Semangat Zakat, Bolehkah Membayar Zakat Fitrah di Awal Bulan Ramadhan?
Paket berbuka yang disajikan berupa nasi, ayam, mie, lalapan, tumis buncis, dan sambal. Warga menyambut bantuan ini dengan penuh antusias. Mereka berkumpul dan duduk melingkar di pelataran masjid, menciptakan suasana persaudaraan yang erat sambil menanti kumandang azan maghrib.
Bagi warga setempat, hidangan ini adalah kemewahan tersendiri mengingat sulitnya membawa logistik makanan ke wilayah mereka. Bagi para donatur (muhsinin), ini menjadi ladang pahala melalui doa-doa tulus yang dipanjatkan oleh warga pedalaman saat membatalkan puasa mereka.

LAZNAS Dewan Dakwah menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah memercayakan harta terbaiknya. Dukungan tersebut sangat berarti bagi saudara-saudara di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang terus berjuang menjaga nyala iman di tengah keterbatasan.