Menyalakan Cahaya Iman Para Mualaf, Dakwah Ustadz Ihwan Hasanudin di Jantung Kaili Tado

Dipublikasikan : 24 Feb 2026

Menyalakan Cahaya Iman Para Mualaf,  Dakwah Ustadz Ihwan Hasanudin di Jantung Kaili Tado

LAZNAS Dewan Dakwah - "Katanya dekat, tapi kok tidak sampai-sampai ya" tutur pemuda itu dalam hati mengikut orang-orang yang sedang berjalan di depannya. Mereka sudah menyeberangi sungai, jembatan kayu yang tidak hanya bergetar saat dilewati, tapi juga membuat kaki siapa pun yang melintas ikut gemetar hebat, belum lagi bahu jalan yang kanan kirinya jurang.

"Sudah dekat Ustadz, sebentar lagi," respon warga.

Perjalanan yang menguras mental dan tenaga itu sebenarnya sebuah uji nyali. Akhirnya dai Dewan Dakwah dan rombongan itu tiba pada dusun sunyi dan sepi, pedalaman Suku Kaili Tado yang masih sangat memegang erat adat istiadat mereka.

Ustadz Ihwan tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu hingga mereka tiba. Begitu tiba, ia langsung disuguhi kopi, bahkan disetiap rumah penduduk yang ia singgahi.

Bagi masyarakat Kmapung Mualaf Dusun II Desa Bonemarawa, Kecamatan Rio Pakava, Donggala, Sulawesi Tengah, ukuran jarak tidak ditentukan oleh kilometer, melainkan oleh daya tahan mental dan fisik.


Ihwan Hasanudin, Pemuda asal lampung itu tidak habis fikir sekligus takjub degan penghuni dusun kecil itu. Ia disambut dengan adat istiadat yang sama sekali asing baginya, dalam hati ia membatin, sebuah amanah besar dan panjang menunggunya.

Baca Juga: Bolehkah Zakat Diberikan kepada Keluarga? Ini Syarat dan Penjelasannya

Islam yang Terasing di Rumah Sendiri

Dusun II dihuni oleh sekitar 175 jiwa warga Suku Kaili Tado. Semuanya berstatus Muslim, namun realitanya, pembinaan agama di sini bisa dibilang 0%. Mereka adalah mualaf yang sudah lama berIslam, namun masih jauh dari sentuhan Islam.

Masjid yang dibangun oleh Dinas Sosial sejak tahun 2007 berdiri sunyi. Di SDN 18 Rio Pakava, Ihwan menemukan pemandangan yang mengiris hati: anak-anak Muslim dididik oleh guru-guru non-Muslim.

Ketidaktahuan itu begitu mendalam. Anak-anak tidak tahu bagaimana cara berwudu. Mereka tidak mengenal ucapan salam; saat masuk rumah, mereka hanya berkata "Selamat pagi" atau "Selamat sore". Bahkan, rukun salat yang paling dasar pun asing bagi mereka.

  

Menyemai Benih: Dari Al-Fatihah hingga Kamus Bahasa

Ustadz Ihwan tidak menyerah pada sunyinya masjid. Ia mulai bergerak dari hal yang paling kecil:

Identitas Muslim: Ia mulai mengajarkan 17 anak SD di sana cara berwudu dan mengucapkan salam yang benar. Kini, rumah-rumah di Bonemarawa mulai terbiasa mendengar salam syar'i.

Napas Al-Qur'an: Anak-anak yang tadinya buta huruf kini sudah lancar melafalkan Surah Al-Fatihah.

Inovasi Dakwah: Sadar bahwa bahasa adalah kunci, Ihwan menginisiasi pembuatan Kamus Kaili Tado-Indonesia. Langkah strategis ini ia lakukan agar dai-dai berikutnya yang datang dari luar tidak lagi merasa asing dan lebih mudah menyentuh hati warga lokal.


Baca Juga: Dewan Dakwah Lepas 171 Da’i Kafilah Dakwah Ramadhan, Siap Hidupkan Dakwah hingga ke Pelosok Negeri dan Luar Negeri

Bertahan di Tengah Pasang Surut Iman

Perjuangan dai muda Dewan Dakwah itu adalah tentang kesabaran tanpa batas. Meski anak-anak mulai menunjukkan kemajuan, mengajak orang dewasa kembali ke masjid tetap menjadi tantangan berat. Di bulan Ramadan ini, Ustadz Ihwan mencoba menghidupkan suasana dengan kultum, meski terkadang jamaah yang datang hanya sekitar 20 orang, termasuk anak-anak.

"Bahkan salat Jumat pun terkadang hanya dihadiri 4 orang," ungkapnya.

Namun, bagi Ihwan, jumlah bukanlah penentu semangat. Selama masih ada anak yang belajar berwudu dan lisan yang mengucap Al-Fatihah, api dakwah di pelosok Donggala ini tidak boleh padam.

Ihwan Hasanudin masih di sana hari ini. Bertahan di antara deru sungai dan jembatan yang gemetar, demi memastikan bahwa Suku Kaili Tado tidak hanya Muslim di atas kertas, tapi juga Muslim di dalam hati dan amal.

Para dai dan daiyah yang dibiayai oleh donatur LAZNAS Dewan Dakwah telah membawa perubahan nyata di berbagai wilayah di penjuru negeri. Yuk, jangan lewatkan kisah dai dan daiyah muda lainny dalam Membangun Negeri dari Pedalaman.


Turut ambil bagian dalam perubahan besar. Sampaikan donasi kegiatan dakwah sahabat melalui LASNAS Dewan Dakwah.

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis