LAZNAS Dewan Dakwah - Perjalanan dakwah Ustadz Abrar Karim tidak berhenti begitu masa tugas di Oebelo selesai. Dari Oebelo yang hanya memiliki 14 KK keluarga muslim, Ustadz Abrar sekarang melanjutkan dakwahnya ke Wilayah Perbatasan. Tepatnya di Humusu Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Timor Leste.
Meneruskan Estafet Dakwah
Kurang lebih sama dengan Oebelo, Wini adalah daerah perbatasan yang dihuni minoritas muslim. Hingga tahun 2025 tercatat ada sekitar 31 orang mualaf di Wini, menjadikannya ladang dakwah yang harus terus dijaga.
Ustadz Sirojul Athfal yang telah membina penduduk Wini selama 2 tahun kini purna tugas, masyarakat membutuhkan sosok dai penerus dakwah.
Memang setelah kepulangan Ustadz Siroj, TPQ menjadi sepi, anak-anak yang biasanya mencapai 75 orang setiap pertemuan, perlahan berkurang. Selain itu, mereka juga tidak memiliki guru agama Islam lagi di SDN Temkuna.
SDN Temkuna Tetap Punya Guru Agama
Kehadiran Ustadz Abrar menjawab kekhawatiran penduduk Wini karena kepulangan Ustadz Siroj.
Akhirnya penduduk Wini tetap memiliki ustadz. Tiga hari di Wini, Ustadz Abrar telah padat jadwal, ia bahkan membuka kegiatan bekam dan totok punggung untuk masyarakat.
"Alhamdulillah kami dan anak-anak disini sangat senang dengan kedatangan Ustadz Abrar," ungkap Pak Arwan Timor, sekretaris Masjid Nurul Mubin, "akhirnya satu harapan umat terpenuhi," lanjutnya.
Anak-anak SDN Temkuna kini tak perlu khawatir, mereka tetap bisa belajar agama Islam di sekolah, dna mendapat nilai agama di raport mereka.
TPQ Kembali Ramai
Ustadz Abrar kini bermjukim di masjid Nurul Mubin, jarak yang lumayan untuk menjangkau rumah-rumah binaan yang saling berjauhan, juga sekolah tempatnya mengajar yang hampir 2 KM dari masjid.
TPQ Nurul Mubin yang tadinya perlahan sepi kini mulai berangsur ramai kembali, 20 anak mengikuti pertemuan pertama sekaligus perkenalan mereka dengan sang ustadz baru.
Humusu Wini, tanah indah dengan penduduk mualaf dan minorits muslim itu kini tetap punya dai.