12 Jam di Jalan, Sempat Tersesat, Ustadzah Marhamah Lanjutkan Estafet Dakwah di Ngroto

Dipublikasikan : 10 Sep 2025

12 Jam di Jalan, Sempat Tersesat, Ustadzah Marhamah Lanjutkan Estafet Dakwah di Ngroto

LAZNAS Dewan Dakwah 12 jam perjalanan menuju lokasi pengabdian tidak membuat lelah seorang daiyah muda asal Lebak, Banten. Mentari Kulon Progo menyambut dengan hangat kedatangan Ustadzah Marhamah di pertengahan Agustus pagi itu, membangkitkan semangatnya untuk mengabdi dengan sepenuh hati.

Perjalanan panjang itu tidak mudah, selain harus silih berganti bis dan mengangkut barang yang lumayan banyak, ia juga sempat tersesat. Baru kali ini daiyah muda tersebut melakukan perjalanan jauh.

Sambutan Hangat dan Harapan Masyarakat

Padukuhan Ngroto, menjadi lokasi titik dakwah daiyah muda tersebut. Begitu tiba di masyarakat, ia menerima sambutan hangat beserta ungkapan-ungkpan harapan, khususnya dari jamaah Masjid Al Huda, Ngroto.

Mereka tidak hanya berharap, melainkan juga meminta kepada daiyah agar bisa membantu mereka dalam segala hal, tidak hanya dalam mempertahankan aqidah islam, tapi juga untuk memberdayakan masyarakat.


Semangat Lansia yang Tak Pernah Padam

Rabu pagi, bertemankan kabut di Perbukitan Menoreh, perjalanan menuju Masjid Asy-Syifa Perangkoan, 15 menit perjalanan dari Ngroto, terasa begitu sejuk. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Lansia menjadi oase bagi para lansia yang mencari ketenangan dan makna hidup di usia senja. 



Di Masjid Asy Syifa, Perangkoan, para lansia telah menanti kehadiran Ustadzah Marhamah untuk mengajar mereka membaca al qur’an. Sebelumnya, daiyah Dewan Dakwah yang membersamai mereka satu tahun ke belakang telah purna tugas dan harus pulang. Kedatangan Ustadzah Marhamah menyambung estafet dakwah dan harapan para lansia untuk tetap belajar di usia senja mereka.

Mereka yang telah kehilangan sebagian besar umur mereka masih memiliki keinginan tinggi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas spiritual mereka.

"Maafkan kami nggih mbak, rasa cinta dunia kami masih terlalu besar, sehingga menyempatkan diri untuk hadir ke masjid masih sangat berat bagi sebagian kami," ucap salah seorang peserta TPA Lansia sebagai ungkapan maaf karena banyak yang tidak hadir.


Estafeta Dakwah yang Terus Berlanjut

Estafeta dakwah harus terus berlanjut, kepulangan daiyah yang telah mengabdi sebelumnya tak lantas menjadi tanda selesainya dakwah di Perangkoan. 

“Kami sadari, kegiatan TPA Lansia ini memberikan harapan yang tersisa bagi para lansia yang telah kehilangan sebagian dari kehidupan mereka. Mereka menemukan makna hidup dalam setiap ayat Al-Qur'an yang mereka baca, dan menemukan ketenangan dalam setiap doa yang mereka langitkan,” tutur Ustadzah Marhamah.
 
Dengan hadirnya daiyah, TPA Lansia Perangkoan bisa terus menjadi wadah yang penuh kasih sayang dan semangat bagi mereka yang mencari ketenangan dan makna hidup di usia senjanya.

Yuk, ikuti perjalanan dakwah dai muda lainnya dalam Membangun Negeri dari Pedalaman.

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis