LAZNAS Dewan Dakwah - Perjalanan dakwah di pedalaman bukanlah hal yang mudah. Jalanan terjal, sungai yang harus diseberangi, hingga motor yang beberapa kali terjatuh bukanlah halangan bagi para daiyah muda yang tengah mengemban tugas.
Salah satunya dara muda yang baru mengemban amanah di pedalaman Morowali Utara pada akhir Agustus lalu, Ustadzah Kholilah. Desa Tanasumpu, Kecamatan Mamosalato, Morowali Utara, Sulawesi Tengah merupakan desa tempat ia ditugaskan bersama rekan pengabdiannya yang lain.
Dakwah Dari Desa ke Desa
Meski berpusat di Tanasumpu, dakwah daiyah muda tersebut tidak hanya terbatas di sana. Beberapa desa lain harus ia kunjungi yang letaknya berjauhan guna membina majelis taklim.
Diantaranya Desa Kolo Atas dan Desa Winangabino. Setiap pekan di hari jum’at Ustadzah Kolilah dan tim berangkat menuju pedalaman Desa Winangabino. 4 jam perjalanan pulang dan pergi harus mereka tempuh dengan medan yang seringnya tidak bersahabat.
Tantangan Dakwah Pedalaman, Jalan Terjal hingga Jatuh dari Motor
Perjalanan ke desa Winangabino cukup menantang. Dengan menggunakan motor, mereka menerjang bebatuan dan kerikil jalan, jalan menanjak yang sangat curam, serta harus menyeberangi dua sungai. Kondisi jalan tersebut menyebabkan motor yang dikendarai beberapa kali terjatuh.
“ Namun berkat kesabaran dan kehati-hatian, perjalanan dapat dilanjutkan,” ujar ustadzah muda tersebut.
Antusiasme Ibu-Ibu Desa Winangabino
Perjalanan yang panjang dan melelahkan itu terbayar dengan antusiasme ibu-ibu majelis taklim mengikuti materi yang disampaikan.
"Para jamaah mendengarkan dengan seksama dan terlihat bersemangat mengikuti penjelasan demi penjelasan yang telah disampaikan," tutur Ustadzah Kholilah
Membina TPA dan SMPIT Pedalaman
Melanjutkan estafet dakwah dua ustadzah muda sebelumnya, ustadzah Kholilah juga membina anak-anak TPA dan SMPIT Al Muhajirin yang di isi oleh anak-anak dari pedalaman.
“Proses belajar mengajar berlangsung dari pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Anak-anak terlihat sangat antusias menyambut kehadiran kami. Mereka tampak senang dan terbuka,” tuturnya mengenang momen pertama kali mengisi pembinaan.
TPA binaan Dewan Dakwah itu kini sudah ramai, sekitar rata-rata 25 orang anak yang hadir dan kini terus bertambah setiap harinya.