LAZNAS Dewan Dakwah - Humusu Wini, Timor Tengah Selatan, adalah wilayah perbatasan dengan minoritas muslim yang sering menghadapi tantangan dalam menjaga aqidah dan pendidikan agama. Selama lebih dari dua tahun, anak-anak muslim di SD Negeri Temkuna tidak memiliki guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Jumlah murid muslim di sekolah tersebut memang sedikit, hanya sekitar 25 orang dari total ±300 murid. Namun, bukan berarti mereka tidak berhak mendapatkan pembinaan agama. Kekosongan guru agama membuat anak-anak kehilangan akses pada pelajaran yang seharusnya menjadi hak dasar mereka.
Dai Dewan Dakwah Isi Kekosongan Guru Agama Islam
Kehadiran Ustadz Sirozul Athfal, dai muda Dewan Dakwah yang bertugas di wilayah perbatasan, Humusu Wini, menjadi oase di tengah kekeringan pendidikan agama. Atas permintaan pihak masjid dan kepala sekolah, beliau mulai mengajar PAI untuk murid-murid muslim di SDN Temkuna.
Meski jumlah murid muslim per kelas hanya 3–5 orang, semangat mereka untuk belajar cukup besar. Proses belajar dilakukan di perpustakaan sekolah agar lebih kondusif. Di sana, mereka dikenalkan kembali dengan dasar-dasar Islam yang sempat hilang selama dua tahun sebelum datangnya Ustadz Siroj.
“Setiap jam pelajaran PAI anak-anak akan belajar di perpustakaan, tidak di kelas karena dalam satu kelasnya paling banyak hanya 5 siswa yang muslim. Meski butuh proses dan bujukan yang lebih agar anak-anak ini mau belajar PAI karena selama ini mereka tidak belajar PAI, namun mudah-mudahan dengan kami ikut membantu mengajar agama Islam, mereka, para siswa bisa mengenali agamanya dengan baik,” tutur Ustadz Siroj.
Guru Agama Islam, Menghidupkan TPA, Menjaga Akidah Umat
Selain mengajar di sekolah, Ustadz Siroj juga menghidupkan kembali TPQ Nurul Mubin, membina majelis taklim ibu-ibu, hingga membimbing masyarakat muallaf di Humusu Wini. Perjuangan dakwahnya di wilayah perbatasan ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga menjaga aqidah umat Islam yang jumlahnya sangat minoritas.
Kehadirannya membawa perubahan besar, TPQ Nurul Mubin yang tadinya hanya rutin diikuti oleh 5 orang anak, kini ada 75 orang anak.
Anak SDN Temkuna Akhirnya Punya Nilai Agama Islam di Raport
Kini, anak-anak SDN Temkuna kembali punya guru agama. Meski sederhana, kehadiran seorang dai yang membimbing mereka adalah harapan besar agar generasi muslim di wilayah perbatasan tidak kehilangan identitas keislamannya.
“Sudah dua tahun kami tidak punya guru agama Islam, alhamdulillah sekarang anak-anak kembali belajar PAI dan mendapat nilai dari guru Agama Islam langsung. Sebelum adanya dai, nilai agama anak kami diberikan oleh guru yang beragama lain,” ungkap salah satu wali murid.
Namun kini, kiprah Ustadz Siroj di Humusu Wini menemukan ujungnya seiring dengan selesainya masa pengabdian yang sudah 2 tahun ia jalani. Apa yang telah dibangunnya di Wini akan terus berlanjut melalui tangan Ustadz Abrar Karim, dai yang kini menggantikannya.