Minoritas Muslim di Ujung Batas Negeri: Qurban Jadi Perekat Bersama

Dipublikasikan : 02 Jun 2025

Minoritas Muslim di Ujung Batas Negeri: Qurban Jadi Perekat Bersama

LAZNAS Dewan Dakwah -  Di ujung utara Pulau Timor, tepat di perbatasan Indonesia, terdapat sebuah desa kecil di tepian negeri, Humusu Wini namanya. Berbatasan langsung dengan Timor Leste, Humusu Wini berada di Desa Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, berjarak 65 km dari Kota Kefamenanu.

Daerah pantai yang dikelilingi dengan perbukitan itu menyimpan hasil alam yang luar biasa, namun tak lantas menjadikan penduduknya sejahtera.

Muslim adalah penduduk minoritas di sana, di isi oleh suku Dawan yang kental budaya dan adat istiadat. Namun demikian, toleransi adalah hal yang dijunjung tinggi, perbedaan tak meniscayakan persatuan dan kerjasama di antara penduduk Wini, salah satunya karena momen qurban di setiap hari raya Idul Adha, karena itu pula, muallaf di Wini bertambah setiap tahunnya.

Mendengar kabar bahagia qurban, meskipun hanya 5 ekor kambing, antusiasme mereka tidak terbendung. Bukan hanya umat Muslim, namun juga mayoritas non muslim di ujung batas negeri tersebut merasakan euforia yang sama.

Laznas Dewan Dakwah menjadi pemersatu bagi mereka. Di setiap momen qurban, muslim di Wini merayakan kurban dengan sederhana. Tapi uniknya, yang membantu prosesi penyembelihan bukan hanya umat muslim, warga non muslim, tokoh adat, Romo, bahkan aparat TNI dan polisi perbatasan ikut ambil bagian, mulai dari menyiapkan tempat, mengangkat hewan kurban, hingga membagikan dagingnya.

Setelah semua kaum muslim mendapatkan bagian daging kurban, warga non muslim yang ikut membantu pun turut diberi bagian sebagai bentuk terima kasih dan wujud kebersamaan.
Daging kurban tidak hanya mengenyangkan perut mereka, namun juga menghangatkan hati mereka hingga menjadi jalan masuknya hidayah.

Hingga tahun 2025, tercatat 31 orang mualaf di Humusu Wini. Mereka adalah saudara baru yang sangat membutuhkan pembinaan dengan kehangatan dan kelembutan rangkulan dakwah.

“Qurban ini sangat penting untuk menguatkan iman mereka dan sebagai sarana dakwah kepada non muslim yang turut membantu prosesi qurban. Maka dari itu kebutuhan hewan qurban sangat mendesak di sini,” tutur ustadz Sirozul Athfal, da’i Dewan Dakwah di Humusu Wini.

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis