LAZNAS Dewan Dakwah - Sebagai umat Muslim, fenomena Gerhana Bulan Total adalah momen untuk mempertebal iman. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk melaksanakan Shalat Khusuf saat fenomena ini terjadi. Berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya, Shalat Khusuf memiliki struktur yang unik.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah pelaksanaannya:
1. Niat Shalat Gerhana Bulan
Niat cukup diucapkan di dalam hati.
أُصَلَّى السُنَّةَ لِحُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalla sunnatal khusufil qamari rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta‘ala
"Saya berniat shalat sunnah gerhana bulan 2 rakaat menghaadap kiblat karena Allah"
Jika ingin dilafalkan, berikut pilihannya:
Sebagai Makmum
Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Sebagai Imam
Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa.
Baca Juga: Dai Dewan Dakwah jadi Garda Terdepan dalam Respon Bencana Sumatera
2. Rakaat Pertama
Shalat ini terdiri dari dua rakaat, namun uniknya setiap rakaat memiliki dua kali berdiri dan dua kali ruku'.
• Takbiratul Ihram.
• Membaca Doa Iftitah dan Ta'awudz.
• Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Panjang: Disunnahkan membaca surat yang panjang (seperti Al-Baqarah) dengan suara yang dikeraskan (jahr).
• Ruku' Pertama: Lakukan ruku' yang sangat lama sambil membaca tasbih
• Bangkit (I'tidal) Pertama: Berdiri tegak kembali, namun tidak langsung sujud.
• Membaca Al-Fatihah dan Surat Kedua: Kembali membaca Al-Fatihah dan surat yang sedikit lebih pendek dari surat pertama tadi.
• Ruku' Kedua: Melakukan ruku' kembali yang lamanya di bawah durasi ruku' pertama.
• I'tidal Kedua: Bangkit dari ruku' kedua.
• Sujud: Melakukan sujud dua kali seperti shalat biasa dengan durasi yang lama.
3. Rakaat Kedua
Bangkit dari sujud untuk memulai rakaat kedua. Polanya sama persis dengan rakaat pertama:
• Membaca Al-Fatihah dan Surat (berdiri pertama).
• Ruku'.
• Bangkit berdiri lagi, membaca Al-Fatihah dan Surat (berdiri kedua).
• Ruku' lagi.
• I'tidal, lalu Sujud dua kali.
• Tahiyat Akhir dan Salam.
Baca Juga: Menyalakan Cahaya Iman Para Mualaf. Dakwah Ustadz Ihwan Hasanudin di Jantung Kaili Tado
4. Khutbah Gerhana
Setelah salam, Imam disunnahkan untuk berdiri memberikan khutbah singkat. Isinya adalah nasihat kepada jamaah untuk:
• Meningkatkan rasa takut kepada Allah SWT.
• Memperbanyak doa dan istighfar.
• Mengajak untuk bersedekah dan melakukan amal kebaikan sebagai bukti syukur.
Waktu Pelaksanaan: Shalat dimulai sejak awal gerhana terjadi hingga bulan kembali terang sempurna.
Berjamaah: Sangat dianjurkan dilakukan secara berjamaah di masjid, namun tetap sah jika dilakukan sendirian di rumah.
Istimewnya gerhana ini bersamaan dengan momen ramadhan. Selama proses gerhana berlangsung, jangan putus lisan dari berzikir dan jangan lupa menyisihkan sebagian harta untuk sedekah melalui LAZNAS Dewan Dakwah. Luaskan manfaat dan kebahagiaan ramadhan ini dengang turut serta dalam Kebaikan Ramadhan Tanpa Batas.