LAZNAS Dewan Dakwah - Di balik keindahan alam tempat wisata lombok dan jumlah mayoritas muslimnya yang mencapai 96,18%, masyarakat di Lombok masih sangat membutuhkan pembinaan dakwah.
Lombok Utara misalnya, hampir di setiap desa sudah ada da'i. Namun, masyarakat masih sangat kuat dengan adat dan banyak dari mereka yang masih jarang sholat.
Ada pula yang beranggapan bahwa sholat cukup diwakili oleh tokoh-tokoh adat mereka. Mereka juga terbiasa dengan minuman keras dan menyuguhkannya untuk para tamu yang datang.
Terlebih di masa Qurban, kesadaran masyarakat untuk berqurban masih sangat rendah. Bahkan, para da’i harus mengisi setiap kantong sedikit-sedikit agar bisa terbagi rata. Padahal qurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan hingga memakan daging kurban sendiri termasuk sunnah
Kehadiran para da'i di Lombok menjadi salah sat upaya meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat.
“Di sana sangat jarang, bahkan tidak ada yang berqurban. Jadi, biasanya satu sapi kita jadikan 200-250 paket, jadi isinya sedikit-sedikit, biar mereka rata dapat daging qurban,” ungkap salah satu dai di Lombok, Ustadz Asuddin.
Karena itu sahabat, yuk jadikan qurbanku sebagai syiar dakwah dan edukasi para da’i untuk masyarakat binaanya di pedalaman Lombok.