Sering Dengar Istilah Shohibul Qurban? Simak Penjelasannya di Sini

Dipublikasikan : 29 Apr 2025

LAZNAS Dewan Dakwah - Menjelang bulan Dzulhijjah, atau mendekati musim haji dan musim kurban istilah "Shohibul Qurban" terdengar tidak asing di telinga. Umat Islam di penjuru dunia tengah sibuk mempersiapkan ibadah kurban dengan sebaik-baik hewan kurban.

Rasulullah saw bersabda

 مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا

"Tidak ada amalan anak Adam pada hari nahr (hari kurban) yang paling dicintai Allah selian mengalirkan darah (berkurban). Hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan rambutnya." (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Secara umum, orang yang melaksanakan kurban di kenal dengan Shohibul Kurban, namun ada juga istilah lain yang tak kalah seringnya dijumpai, yakni Mudhohi. Yang aman yang lebih tepat dan apa maknanya? Biar gak bingung, yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Shohibul Qurban, Siapa Dia?

Secara bahasa, 'Shohibul' maknanya adalah pemilik, sedangkan 'Qurban' ialah hewan yang dikurbankan. Jadi Shohibul Qurban ialah pemilik hewan yang dikurbankan atau secara sederhananya ialah orang yag melaksanakan kurban. Shohibul qurban berbeda dengan mudhohi meskipun keduanya sering digunakan dalam konteks yang sama.

Shohibul Qurban dan Mudhohi

Istilah Shohibul Qurban dan Mudhohi sama diartikan sebagai orang yang berkurban. Namun terkadang mudhohi di gunakan lebih spesifik untuk orang yang melakukan penyembelihan atau memotong sendiri hewan kurbannya. Namun istilah shohibul qurban dan Mudhohi pada umumnya sama sebagai orang yang berkurban. Shohibul qurban disunnahkan untuk memakan daging kurban sendiri .

Sahibul Qurban Boleh Menerima Daging Kurban Sendiri

Menjadi Shohibul Qurban

Ibadah kurban meskipun tidak termasuk kewajiban, namun sangat dianjurkan bagi orang yang memiliki kemampuan untuk berkurban. Bahkan pada ulama menekankan seseorang setidaknya harus berkurban sekali seumur hidupnya. Hadis di atas pun menunjukkan istimewanya ibadah kurban di sisi Allah.

Selain mampu, menjadi shohibul qurban harus memperhatikan beberapa hal di antaranya, selain muslim da mampu, shohibul kurban haruslah orang yang sudah baligh, berakal, merdeka.

Sunnah Shohibul Qurban

Sebagai shohibul qurban ada beberapa sunnah atau hukum yang perlu diperhatikan di antaranya:

- Shohibul qurban dilarang memotong rambut dan kukunya sejak memasuki sepuluh hari pertama Dzulhijjah

- Memperhatikan hewan kurbannya sesuai dengan ketentuan syariat hingga tiba waktu berkurban

- Menyembelih dan atau melihat proses penyembelihan kurbannya jika memungkinkan

- Membagikan daging hewan kurban dan menyisakan 1/3 untuk dirinya dan keluarganya jika memungkinkan.

Kurban di Penjuru Negeri Hingga Luar Negeri

Bersama Laznas Dewan Dakwah, shohibul qurban berkesempatan turut dalam syiar dan dakwah Islam dengan berkurban ke penjuru negeri hingga luar negeri. Manfaat kurban akan terasa oleh para saudara muslim di daerah pedalaman, 3T, saudara muallaf, hingga para saudara di Palestina dan Afrika.

Yuk, menjadi Shohibul Qurban bersama Laznas Dewan Dakwah.

KLIK DI SINI

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis