LAZNAS Dewan Dakwah - Di tengah hangatnya kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berdiri sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat bernaung bagi puluhan anak yatim, dhuafa, dan muallaf. Tempat itu bernama Panti Asuhan Nurussa’adah. Di sinilah Ustadz Abidin Alludin Songge, pemuda asal Flores, menyalakan cahaya dakwah dan pendidikan sejak awal tahun 2023.
Hampir dua tahun sudah ia membersamai anak-anak asuhnya, menjadi pembimbing sekaligus sosok ayah bagi 34 anak yang tinggal di panti tersebut.
Ustadz Abidin: Orang Tua dan Saudara Anak Yatim
Selain membina anak-anak panti, Ustadz Abidin juga aktif berdakwah di berbagai tempat. Ia mengajar tahsin dan tajwid di ADI Kupang, mengisi kajian untuk muallaf, serta membimbing TPA Rumah 7. Semua aktivitas itu dijalani dengan semangat dan keikhlasan yang sama: menebar ilmu dan kasih sayang.
Kini, ia menetap di LKSA Nurussa’adah, tempat yang menjadi pusat kegiatan dakwah dan pembinaan anak-anak panti.
Menanam Nilai Qurani Sejak Subuh
Setiap hari, kegiatan di panti dimulai sejak waktu subuh. Anak-anak menyetorkan hafalan Al-Qur’an, lalu sore hari murojaah bersama. Malam harinya, mereka belajar dan mengikuti kajian sirah nabawiyah, hingga muhadhoroh setiap malam Jumat.
Meski hidup sederhana, semangat mereka luar biasa. Anak-anak SD dan MTs berjalan kaki ke sekolah, sementara yang SMA menempuh perjalanan dengan mobil pick-up milik panti. Namun, di setiap pembagian rapor, nama anak-anak Nurussa’adah selalu menghiasi daftar juara kelas.
Generasi Qurani yang Berprestasi
Mardiah: Hafidzah 5 Juz dan Juara Matematika
Mardia berasal dari Lembata, dan kini duduk di kelas 3 MTs. Ia telah menghafal 5 juz Al-Qur’an dan meraih juara 3 KSM Matematika tingkat kabupaten. Hafalannya bahkan telah di-tasmi di Dewan Dakwah Kupang.
Putri: Anak Ibu Tangguh, Juara IPS dan Hafidzah 2 Juz
Putri dari Balauring, Lembata, tumbuh di bawah asuhan ibunya yang seorang single parent. Ia juara 2 KSM IPS dan sudah hafal 2 juz Al-Qur’an.
Iqbal: Anak Petani yang Juara IPA, Hafal 1 Juz
Ikbal dari Soe, NTT, menorehkan prestasi sebagai juara 4 KSM IPA dan kini hafal 1 juz Al-Qur’an.
Melahirkan Hafidz Hafidzah dari Tanah Timur
Hingga kini, ustadz Abidin mencatat ada 20 anak yang sedang menghafal Juz 30, 8 anak hafal 1 juz, dan satu anak hafal hingga 5 juz, semuanya tanpa pernah mondok sebelumnya.
Dari ruang-ruang kecil Panti Asuhan Nurussa’adah, cahaya Qur’an itu tumbuh kuat. Anak-anak yatim itu bukan hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga menjadi generasi Qur’ani yang membawa harapan baru dari timur Indonesia.