LAZNAS Dewan Dakwah - Fenomena Gerhana Bulan Total akan kembali terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Indonesia dari awal hingga akhir. Fenomena langka ini akan sangat sayang jika dilewatkan.
Bagi banyak orang, gerhana adalah ajang memburu foto estetik atau sekadar fenomena astronomi biasa. Namun bagi seorang mukmin, Blood Moon atau Bulan Merah adalah pengingat visual betapa kecilnya manusia di hadapan keteraturan semesta yang diciptakan Allah SWT.
Gerhana Bulan Total, Ini yang Dapat Sahabat Lakukan
Agar momen langka ini tidak terlewatkan begitu saja, yuk simak panduan lengkap hal-hal yang bisa Sahabat lakukan selama Gerhana Bulan Total berlangsung!
1. Shalat Sunnah Khusuf (Shalat Gerhana)
Hal utama yang sangat dianjurkan saat melihat gerhana adalah melaksanakan Shalat Khusuf. Shalat ini hukumnya Sunnah Muakkadah (sangat ditekankan) sebagai bentuk ketundukan kepada Sang Pencipta.
• Dua Rakaat, Empat Ruku’: Dalam setiap rakaat, Sahabat melakukan dua kali berdiri (membaca Al-Fatihah dan surat) dan dua kali ruku’.
• Bacaan yang Panjang: Disunnahkan membaca surat yang panjang dan melakukan ruku’ serta sujud yang lama sebagai bentuk tadabbur.
• Berjamaah: Sangat utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid yang diikuti dengan khutbah singkat setelah shalat selesai.
Baca Juga: Tata Cara Shalat Sunnah Gerhana
2. Mengamati Gerhana
Melihat keindahan Bulan yang perlahan berubah menjadi kemerahan adalah cara kita mengagumi tanda-tanda kekuasaan Allah (Ayatullah). Berikut beberapa tips untuk Sahabat yang ingin mengamati gerhana:
• Aman Tanpa Alat: Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan 100% aman dilihat dengan mata telanjang. Tidak perlu kacamata khusus.
• Cari Spot yang Pas: Pilih tempat yang lapang, seperti halaman rumah, rooftop, atau area yang minim polusi cahaya agar warna merah bulan terlihat kontras dan tajam.
• Gunakan Alat Bantu Seadanya: Jika Sahabat memiliki binokular atau teleskop kecil, gunakanlah untuk melihat detail kawah bulan yang perlahan tertutup bayangan umbra bumi.
• Abadikan dengan Sabar: Jika memotret dengan HP, gunakan tripod agar stabil. Matikan flash, lalu turunkan tingkat kecerahan (exposure) pada layar agar warna merah bulan tidak terlihat pecah atau terlalu terang.
3. Memperbanyak Zikir, Takbir, dan Istighfar
Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah sampai gerhana tersebut hilang." (HR. Bukhari & Muslim).
Gerhana adalah momen "alarm" dari langit. Gunakan waktu terjadinya gerhana untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun atas khilaf, serta bertakbir mengagungkan asma Allah. Ini adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa-doa terbaik bagi keluarga dan umat.
Baca Juga: Gaji Gak Numpang Lewat, Tips Budgeting Cerdas Agar Kantong Tetap Aman di Bulan Ramadhan
4. Mengalirkan Kebaikan melalui Sedekah
Selain shalat dan doa, sedekah adalah amalan yang sangat ditekankan saat gerhana terjadi. Sedekah menjadi simbol rasa syukur bahwa Allah masih menjaga keteraturan orbit bumi dan bulan sehingga kita tetap dalam keadaan selamat.
Sahabat bisa menyempurnakan ibadah gerhana malam ini dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan bersama LAZNAS Dewan Dakwah dalam Kebaikan Ramadhan Tanpa Batas
Sudah siap menyambut gerhana malam ini? Mari siapkan niat terbaik dan infak terbaik Sahabat sebagai bukti cinta kepada Allah SWT.