Pak Natsir, Pahlawan NKRI yang Berita Wafatnya Terasa Lebih Mengerikan daripada Bom Atom Hiroshima

Published : 10 Nov 2023

Pak Natsir, Pahlawan NKRI yang Berita Wafatnya Terasa Lebih Mengerikan daripada Bom Atom Hiroshima

LAZNAS Dewan Dakwah. Tiga orang datang ke Pesantren At-Taqwa Depok pada hari Kamis, 24 Agustus 2023 bertemu dengan Ustadz Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah). Ketiga orang tersebut ingin menceritakan tentang hubungan Pak Natsir dengan Jepang, terutama dengan Perdana Menteri Jepang Takeo Fukuda dan utusannya, Nakajima.

Seorang tamu bercerita bahwa ia pernah belajar di Jepang dan sekarang mengelola perusahaan minyak dan gas. Seorang tamu lain, berusia 67 tahun, bercerita bahwa ia pernah diutus Pak Natsir ke Jepang untuk bertemu dengan beberapa pejabat pemerintah Jepang.

Kedua tamu menyatakan bahwa mereka pernah bertemu Nakajima di Jakarta pada tahun 1995. “Pada saat itu, Nakajima berumur lebih dari 70 tahun. Di Istana Negara Jakarta, dia hadir dalam Upacara Bendera 17 Agustusan. Pada tahun 1995, saya masih menjadi koresponden Harian Republika, bertugas di Istana”, ujar tamu tersebut.

"Saya ingat betul ketika itu, Nakajima menerima kami tidak pakai baju. Hanya pakai celana saja. Saya diminta Nakajima untuk membantu Dewan Da'wah dengan memberikan sumbangan dari keuntungan zakat perusahaan sebesar 2,5 persen."

Menurutnya, Nakajima sangat menghormati Pak Natsir, dan dia percaya bahwa dia adalah mantan tentara Jepang yang bersimpati dengan Indonesia. Dia tampak kuat dan ramping meskipun sudah berusia lanjut. Nakajima mampu berbicara dalam bahasa Indonesia dengan lancar.

Ternyata, Nakajima pernah menulis artikel khusus di Edisi Maret 1993 dari Majalah Media Dakwah. Edisi khusus ini menceritakan tentang wafatnya Mohammad Natsir, yang meninggal di Jakarta pada 6 Februari 1993. "Kami Banyak Belajar dari Mohammad Natsir" adalah judul artikel Nakajima.

Takeo Fukuda menulis dalam suratnya tertanggal 8 Februari 1993 kepada keluarga besar Mohammad Natsir bahwa berita wafatnya terasa lebih mengerikan daripada bom atom Hiroshima.

Kami sangat berduka atas kematian Dr. Mohammad Natsir. Berita duka ini terasa lebih dahsyat daripada jatuhnya bom atom di Hiroshima, karena kita kehilangan banyak pemimpin dunia, termasuk pemimpin Islam yang signifikan. Beliau masih sangat penting untuk mengatur dunia yang stabil.   Saat saya menjabat sebagai Menteri Keuangan, dia memberikan banyak pelajaran kepada saya selama kunjungannya ke Jepang. Dialah yang meyakinkan kami di Jepang tentang perjuangan masa depan pemerintah Orde Baru di Indonesia yang bersih dan sejahtera. Selain itu, cita-cita beliau untuk membangun dunia Islam yang stabil, adil, dan sejahtera adalah hasil dari upaya kerja sama dengan jepang. (Surat Takeo Fukuda dikutip dari buku Gagasan dan Gerak Dakwah Natsir, karya H. Mas’oed Abidin (Yogyakarta: Gre Publishing, 2012).

Sementara itu, Nakajima menyatakan dalam artikelnya di Majalah Media Dakwah, ia dan Fukuda pergi ke Indonesia untuk bertemu Pak Natsir sampai 200 kali, dan dia mengatakan bahwa bagi orang Jepang, Mohammad Natsir memiliki arti khusus.

Pasalnya Pak Natsir pernah membantu Jepang hanya dengan mengirim sepucuk surat dari balik penjara, dan hal itu membuat embargo pasokan minyak dari Arab saudi ke Jepang berakhir. Dengan adanya realisasi pengiriman minyak Arab Saudi ke Jepang membuat Industri Jepang mulai bangkit, berbagai industri otomotif merajai pasar dunia.

Industri Jepang bangkit atas jasa baik Pak Natsir. Satu hal yang membuat bangsa Jepang sangat hormat pada Pak Natsir adalah tidak ada satupun hadiah dari pemerintah Jepang yang diterima Pak Natsir, semua hadiah dikembalikan. Pemerintah Jepang kesulitan untuk bisa memberikan imbal jasa pada Pak Natsir karena Pak Natsir berpesan pada keluarga untuk tidak menerima apapun dari pemerintah Jepang.

Begitu besar peran Pak Natsir bagi Jepang. Bukan hanya pemerintah tapi bangsa Jepang merasa ada ledakan Bom atom yang lebih dahsyat dari Bom Atom Hiroshima mendengar Pak Mohammad Natsir meninggal.

Sumber : 
https://adianhusaini.id/ dan https://dewandakwahjatim.com/ 

Share :

More News

Similar Articles