Allahu Akbar! Suku pedalaman Tau Taa Wana kembali ke fitrahnya. Tanpa penawaran, apalagi pemaksaan, mereka memilih Islam sebagai jalan hidupnya. Suku pedalaman yang mendiami Gunung Tua Tokala ini berbondong-bondong mengucapkan ikrar syahadat massal di pedalaman Lambentana, Kecamatan Bungku Utara, Morowali Utara, pada Ahad (8/11) kemarin.
Dua kalimat syahadat yang diikrarkan massal kurang lebih 80 orang dalam 3 bahasa; arab, indonesia, dan bahasa Ta’a (bahasa asli Tau Taa Wana) memenuhi saung bambu pedalaman dengan penuh khidmatan. Dipimpin langsung oleh Bapak Penggerak Dakwah Tau Taa Wana yang merupakan Da’i pedalaman Dewan Da’wah Morowali Utara Ustadz Sigit, SH dan Ustadz Umar, dan Pakar Kristologi dari Mualaf Center Aya Sofya Ustadz Ahmad Kainama.
‘’Sebelum kita melaksanakan prosesi pensyahadatan, maka saya minta agar didengarkan baik-baik dan diikuti bersama-sama. Bismillahirrahmanirrahim,’’ ucap Ustadz membuka prosesi syahadat masal II suku pedalaman tau taa wana, setelah syahadat masal 300 orang tau taa wana pada Februari lalu.
‘’Semoga pensyahadatan ini mejadi berkah dan awal kebangkitan Islam di Lambentana. Allahu akbar!! Allahu akbar!!,’’ lantang Ustadz Agus Salim, salah satu da’i Dewan Da’wah pusat dan diikuti dengan gemuruh takbir seluruh peserta syahadat dan para asatidz yang mengikuti ekspedisi dakwah ke pedalaman ini.
InsyaAllah 2-3 pekan ke depan akan dilanjutkan kembali dengan ikrar syahadat sebanyak 50 orang. Mereka merupakan Suku Tau Taa Wana yang tinggal di belakang bukit Gunung Tokala yg ingin turun ke dusun lambentana bawah.