LAZNAS Dewan Dakwah - Hari jum'at adalah hari yang istimewa, dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa hari jum'at adalah sebaik-baik hari. Bukan sekadar karena banyaknya peristiwa bersejarah, Allah Swt. memuliakan hari jumat dengan waktu mustajab diterimanya doa.
Karena keistimewaannya, hari jumat menjadi ladang besar untuk memperbanyak dan merutinkan amalan wajib maupun sunnah. Setiap amal shaleh yang dilakukan di waktu mulia, nilainya berlipat di sisi Allah Swt.
Salah satunya dengan merutinkan sedekah jumat. bersedekah di waktu yang utama berpeluang mendapat keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Terlebih sedekah tidak hanya membawa manfaat kepada pemberi semata, melainkan kepada penerimanya juga.
Sedekah bukan sekadar memberi, tetapi juga menumbuhkan. Menumbuhkan rasa syukur di hati, memperluas pintu rezeki, dan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah Swt. di waktu yang tak disangka.
Rasulullah saw bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta, dan Allah akan menambah kemuliaan bagi hamba yang bersedekah.” (HR. Muslim No. 2588)
Selain itu, amalan yang paling dicintai Allah ialah amalan yang kontinu atau rutin. Karena itu, hari jum'at menjadi hari pilihan untuk merutinkan amalan sedekah.
Baca Juga: Ekspedisi Gunung Tua, Babak Baru dari Pedalaman Morowali Utara
Ustadz Rahman Asrafi, salah satu dai Dewan Dakwah yang aktif menggerakkan infaq dan sedekah di Morowali Utara, kerap menemui kisah-kisah menakjubkan dari para munfiq. Salah satunya datang dari sebuah keluarga di Kolona Dalle, keluarga berkecukupan yang dulunya jarang bersedekah, bahkan sering menunda setiap kali ingin berbagi.
Qadarullah, ujian datang bertubi-tubi. Satu per satu anggota keluarga itu jatuh sakit, hingga yang paling parah menimpa anak bungsu mereka. Tubuhnya menghitam akibat serangan virus langka yang sulit disembuhkan.
Segala upaya pengobatan dilakukan, namun kondisi sang anak justru semakin memburuk. Dokter akhirnya menyatakan penyakit itu hampir mustahil sembuh, dan keluarga diminta berserah diri.
Dalam kepasrahan itu, sang ibu bernazar: bila anaknya dapat sembuh, ia akan mengeluarkan sedekah dari hartanya dan berbagi kepada siapa pun yang membutuhkan.
Tak lama, atas izin Allah, kondisi anaknya perlahan membaik hingga akhirnya dinyatakan sembuh total, sebuah keajaiban yang diakui bahkan oleh dokter.
Menepati nazarnya, sang ibu menyalurkan sedekah besar begitu kembali ke rumah, dan rutin menyerahkan infaknya melalui Ustadz Rahman. Dalam pertemuan mereka, ia bercerita dengan air mata haru, menyesali kelalaiannya selama ini, sekaligus bersyukur telah merasakan sendiri berkah dan keajaiban sedekah yang mengubah hidup keluarganya.
Baca Juga: Rutin Sedekah Subuh, Kunci dan Pintu Keberkahan Memulai Hari
Setiap rupiah yang sahabat sedekahkan melalui LAZNAS Dewan Dakwah menjadi benih kebaikan yang tumbuh di banyak tempat. Menjadi air bersih bagi desa yang kekeringan, menjadi beasiswa untuk anak kurang mampu, penerangan untuk saudara di pedalaman, makanan bergizi bagi keluarga dhuafa, dan dukungan bagi para dai yang berdakwah di pelosok negeri.
Sedekahmu bukan hanya membantu, tapi menyambung kehidupan dan menumbuhkan harapan.