LAZNAS Dewan Dakwah - Generasi z adalah julukan khusus untuk generasi pertama yang tumbuh di era digital. Mereka adalah ornag-orang yang lahir antara tahun 19997 - 2012. Uniknya mereka kerap kali menunjukkan respon yang unik dan menarik dalam setiap peristiwa atau persoalan, yang justru dapat ditiru oleh lintas generasi, salah satunya infak ala Gen Z.
Sedekah, termasuk infak adalah amalan yang sangat dianjurkan dengan berbagai keutamaannya. Salah satu amalan yang dapat dilakukan semua orang karena tidak terikat seperti halnya zakat dan wakaf.
Salah satu yang menarik ialah tren infak yang dipopulerkan oleh gen z. Infaq ala gen z menepis stigma infak yang hanya dapat dilakukan dengan cara-cara lama seperti datang langsung ke masjid dengan membawa uang. Berikut beberapa cara infak ala gen z yang dapat menjadi inspirasi.
Sebagai generasi pertama yang tumbuh di era digital, gen z tidak terlepas dari teknologi dan perkembangannya. Dengan hadirnya berbagai macam teknologi yang memudahkan keseharian, berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Dalam hal beramal, generasi z cenderung memanfaatkan financial technology atau fintech untuk bersedekah, berinfak, hingga membayar zakat.
Sebagai generasi melek zaman, gen z selalu update dengan permasalahan-permasalahan disekitarnya. Dari permasalahan ekonomi, politik, hingga masalah sosial. Praktik open donasi, terutama melalui platform online sudah menjadi tren di kalangan gen z sebagai salah satu sarana meeka untuk beramal, mengumpulkan dan menyalurkan sedekah dan infak.
Bahkan tidak jarang dari mereka yang membuat komunitas dengan mengatasnamakan kemanusiaan sebagai penyalur kebaikan.
Tren preloved barang untuk didonasikan juga menjadi salah satu jalan praktis gen z untuk bersedekah dan berinfak. Baik itu barang sendiri, atau menginfluence orang lain untuk melakukan preloved.
Preloved tersebut terkadang diberikan dalam bentuk barangnya langsung, juga bisa berupa hasil penjualan barang yang dipreloved, yang kemudian didonasikan.