Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha, Begini Penjelasan Ulama

Dipublikasikan : 22 Apr 2024

Laznas Dewan Dakwah - Memasuki bulan Syawal, banyak keutamaan yang dapat diraih dengan sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan ini, salah satunya yakni dengan berpuasa selama 6 hari. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud dari Khalid bin Zaid bahwasanya Rasululah saw bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barangsiapa yang berpuasa ramadhan kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu seolah-olah ia berpuasa satu tahun." (HR. Muslim 1164)

Namun beberapa orang dilanda kebingungan, khususnya kaum hawa yang memiliki tanggungan atau hutang puasa lantaran harus mendahulukan mengqadha puasa ramadhan yang ditinggalkannya, atau mendahulukan puasa syawal, atau diperbolehkan menggabungkan keduanya dalam satu waktu.

Pendapat Ulama Fiqh

Dalam hal ini, ulama menyikapinya dalam beberapa perbedaan pendapat sebagai berikut;

1. Sebagian ulama Syafi'iyah dan suatu riwayat Hanabilah: Tidak diperbolehkan untuk menggabungkan niat puasa qadha dan niat puasa 6 hari di bulan Syawal

2.. Pendapat Ulama Hanabilah: Menggabungkan puasa 6 hari dibulan Syawal dengan puasa ramadhan menyebabkan hanya satu puasa saja yang dianggap sah

3. Ulama Malikiyah dan mayoritas Syafi'iyah : Puasa 6 hari di bulan Syawal dan puasa qadha ramadhan sah apabila digabungkan.

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa, menggabungkan puasa sunnah syawal dengan qadha puasa ramadhan hukumnya adalah sah. Sehingga orang yang melaksanankan puasa syawal sekaligus mengqadha puasa ramadhan, maka puasanya itu tetap dianggap sah.

Mendahulukuan Qadha Puasa Wajib

Namun untuk keluar dari masalah khilafiyah dan bersikap atau perbedaan pendapat tersebut, lebih diutamakan untuk bersikap hati-hati dengan merampungkan hutang puasa ramadhan terlebih dahulu, baru kemudian mengikutkan puasa sunnah syawal selama 6 hari setelah hutang puasa lunas.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Syekh Ali Jum'ah bahwasanya ada kebolehan untuk menggabungkan niat qadha puasa ramadhan dengan puasa sunnah syawal, namun lebih utama apabila keduanya dialksanakan sendiri-sendiri atau secara terpisah.

Selain itu, puasa ramadhan adalah puasa wajib, yang mena mendahulukan kewajiban adlaah lebih utama daripada mendahulukan sunnah. Maka dinilai lebih afdhal atau lebih utama merampungkan puasa ramadhan terlebih dahulu. Jika syawal masih tersisa, maka sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa syawal.

Adapun pelaksanaannya, puasa sunnah syawal bisa dilaksanakan selama enam hari berturut-turut dalam bulan Syawal dan bisa juga dilkasanakan dengan tidak berurutan.

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis