LAZNAS Dewan Dakwah - Masjid al Aqsa dalam perjalanan sejarahnya hingga kini berdiri sebagai kompleks miilk umat Islam, menyimpan banyak fakta menarik dan istimewa yang jarang diketahui.
Situs al Aqsa sendiri terletak di Palestina. Negara pesisir laut Mediterania yang berbatasan dengan Lebanon di sebelah utara, Jordania di sebelah timur, Saudi di sebelah selatan, dan Mesir di sebelah Baratnya.
Sejarah mencatat bahwa wilayah masjid al Aqsa telah beberapa kali berubah fungsi dan kepemilikan, bahkan tercatat pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Berikut ini fakta-fakta menarik dan istimewa masjid al Aqsa yang jarang diketahui.
Selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Masjid al Aqsa merupakan salah satu tempat yang diberkahi Allah SWT. Dalam QS. Al Isra, Allah menerangkan firman-Nya.
"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al Isra ayat 1)
Masjid al Aqsa merupakan sebuah wilayah berupa sebidang tanah di puncak bukit Moria dengan sebuah batu besar dan gua di bawahnya, yang di area tersebut kini terdapat dua bangunan utama, masjid berkubah emas (masjid ash Shakhrah/The Dome of The Rock/Baitul Maqdis) dan masjid berkubah beton (bangunan masjid al aqsa/masjid al Qibli). Luas bidang tanahnya diperkirakan 144 ha. Situs ini disebut juga dengan Al Haram Al Syarif.
Masjid al Aqsa perah menjadi kiblat umat Islam selama 17 bulan setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah. Shalat di dalamnya akan mendapatkan ganjaran pahala berlipat, dan disunahkan bagi umat Islam untuk mengunjunginya.
Ketika Rasul melaksanakan Isra' mi'raj, situs tersebut hanya berupa tanah lapang dan sebuah batu besar dengan rongga (gua) di bawahnya. Batu inilah yang disebut ash Shakhrah atau Baitul Maqdis. Rasul berkiblat ke ash Shakhrah sebelum diperintahkan berkiblat ke masjidil Haram.
Dulunya di kompleks tersebut berdiri Kuil dan Sinagog, namun bangunannya telah lama punah jauh sebelum Isra Miraj. Ketika tentara salib berhasil merebut Yerussalem pada Perang Salib (TThe Crusader), mereka kemudian Merubah Masjid menjadi Istana yang diberi nama Templum Solomonis atau Kuil Sulaiman. Kemudian di rubah lagi menjadi gereja dan diberi nama Templum Domini atau Kuil Tuhan.
Pada masa pendudukan Romawi, kompleks al Aqsa menjadi tempat yang tidak dihargai. Bagunannya dihancurkan bahkan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah warga kota. Namun ketika Yerussalem di taklukan umat Islam, Khalifah Umar membersihkan dan membangun kembali kompleks al Aqsa.
Karena perubahan kepemilikan yang silih berganti, kompleks al Aqsa beberapa kali mengalami kehancuran. Kaisar Titus menghancurkan kompleks tersebut pada 70 Masehi dan dibangun kembali oleh kaisar Herodus. Kemudian pernah runtuh karena gempa bumi sehingga dibangun kembali oleh khalifah Fathimiyah.
Masjid al Aqsa bahkan pernah dibakar oleh seorang turis dari Australia pada tahun 1969 yang kemudian di tahan namun dibebaskan kembali karena didiagnosis mengalami gangguan mental.
Sekitar al Aqsa merupakan pemakaman, salah satunya yakni pemakaman bab al Rahmah. Kuburan para Nabi seperti Nabi Sulaiman, Nabi Ibrahim dan istrinya sayyidah Sarah, dan Nabi Ishaq, terletak di sekeliling al Aqsa. Beberapa sahabat seperti Ubaidah bin Shamit dan Shadad bin Aus, juga para mujahidin di makamkan di sana.
Imam Al Ghazali menulis karya besarnya, Ihya Ulumuddin, selain di Damaskus juga di Baitul Maqdis. Tepatnya di salah satu rumah di belakang masjid al Aqsa. Ihya Ulumuddin merupakan kitab yang hingga kini menjadi rujukan dalam bidang fiqh dan khususnya tasawuf. Kitab ini membahas prinsip dan kaidah menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs).
Dari masjid al Aqsa kita kembali diingatkan bahwa masjid mernjadi pusat perjuangan dan solidaritas umat Islam. Mulailah perjuangan kita dari masjid terdekat dengan aktif menghidupkannya dengan shalat tepat waktu dan berbagi ke masjd.
Melalui kenclengmasjid.id kita bisa bantu masjid di seluruh Indonesia di manapun dan kapanpun melalui gadget.
Dengan mulai menghidupkan masjid terdekat, InsyaAllah masjid al aqsa akan kembali kepada umat Islam.