LAZNAS Dewan Dakwah - Masjid al Aqsa atau al Haram al Syarif sebagai salah satu tempat dan bangunan suci yang bersejarah bagi umat Islam masih berada dalam status yang memprihatinkan karena intervensi Israel yang tidak menghormati status quo dan keputusan internasional terkait status masjid.
Umat Islam tidak bisa leluasa beribadah, bahkan pihak Israel yang mengatasnamakan dirinya sebagai bagian kemanan wilayah al aqsa terbukti kerap mengganggu kenyamanan dan keamanan beribadah.
Jami' al Aqsa atau dinamakan juga masjid al Qibli (mesjid kiblat) merupakan bangunan utama yang digunakan umat Islam untuk shalat dan beribadah. Masjid ini dinamakan juga masjid al Aqsa sama dengan nama komples.
Jami' al aqsa di bangun pertama kali oleh khalifah Umar bin Khattab saat penaklukan Baitul Maqdis yang pertama oleh tentara Islam di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Letaknya di bagian selatan kompleks berdekatan dengan The Dome of The Rock.
The Dome of The Rock (kubah sakhrah/bangunan persegi delapan berkubah emas) sendiri, berdasarkan status quo dan hukum Internasional tidak dapat digunakan untuk shalat dan hanya untuk ziarah semata.
Jami' al Aqsa atau masjid al Qibli memiliki total luas bangunan kurang lebih 3500 meter persegi dengan daya tampung sekitar 5000 jamaah. Masjid al Qibli berbentuk persegi panjang yang megah dengan kubah di bagian selatan atapnya.
Jami' al Aqsa telah mengalami beberapa kali rekonstruksi dan perbaikan karena beberapa peristiwa yang menghancurkannya seperti gempa bumi dan pembakaran yang sengaja diakukan oleh seorang kristen fanatik Australia pada 21 Agustus 1969.
Karena peristiwa pembakaran tersebut, beberapa bagian-bagian penting jami' al Aqsa diganti.
Kubah jami' al Aqsa sekarang ini merupakan hasil restorasi dari kubah yang sebelumnya berbahan kayu yang disepuh dengan enamel timah dari dinasti Fathimiyyah yang telah habis terbakar. Kubah tersebut berbahan beton dan dilapisi timah juga.
Untuk memasuki masjid sendiri, terdapat tujuh gerbang besar dan satu pintu tunggal di bagian sisi timur dan barat. Fasad atau bagian depan masjid tersebut dibangun pada masa dinasti Fathimiyyah oleh Khalifah al Mustanshir.
Terdapat lebih dari 100 jendela berwarna berkaca bening yang dibangun pada masa dinasti Abbasiyah dan Fathimiyah. Sebagian besar fasad masjid bergaya romantik. Bagian dalam masjid disokong dengan 45 tiang kolom. 12 di antaranya terbuat dari batu, dan 33 sisanya berbahan marmer putih.
Di dalam masjid al Qibli juga terdapat mimbar. Mimbar tersebut merupakan mimbar ikonik yang diletakkan pada masa Salahuddin al Ayyubi sehingga dinamai Mimbar Salahuddin. Mimbar itu dianggap sebagai salah satu mimbar dengan desain terbaik di dunia.
Namun sayang, mimbar yang terbuat dari kayu tersebut ikut terbakar dan hanya menyisakan bagian yang tidak utuh. Sisa bagian tersebut kemudian di jadikan sebagai artefak sejarah dan ditempatkan di The Islamic Musem yang terletak di sudut bagian selatan masjid al Aqsa.
Mimbar yang berdiri sekarang ini merupakan replika dari mimbar Salahuddin yang baru dipasang pada tahun 2007.
Dari masjid al Aqsa kita kembali diingatkan bahwa masjid menjadi pusat perjuangan dan solidaritas umat Islam. Mulailah perjuangan kita dari masjid terdekat dengan aktif menghidupkannya dengan shalat tepat waktu dan berbagi ke masjid.
Melalui kenclengmasjid.id kita bisa bantu seluruh masjid di Indonesia di manapun dan kapanpun melalui gadget.
Dengan mulai dari menghidupkan masjid terdekat, InsyaAllah masjid al Aqsa akan kembali kepada umat Islam