Konsisten Berinfaq, Lebih Utama Dirahasiakan atau Terang-Terangan

Dipublikasikan : 13 Des 2024

LAZNAS Dewan Dakwah - Infaq adalah salah satu amalan ya ng dahsyat. Sahabat-sahabat di zaman Nabi saw menjadikan infaq sebagai rutinitas mereka, bahkan ketika mereka sendiri kurang berkecukupan.

Meski bukan termasuk kewajiban, namun anjuran untuk berinfak atau membelanjakan harta di jalan Allah sangat banyak baik dalam al qur'an maupun dalam hadis. Diriwayatlan dari Abu Hurairah radiallahuanhu bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ يَومٍ يُصْبِخُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Tidaklah seorang hamba berada di pagi hari kecuali di dalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo'a: Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfaq ganti (dari apa yang ia infakkan). Sedang yang lain berkata: Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan (hatanya) kebinasaan (hartanya)." (HR. Bukhari no.1442)

Infaq Lebih Utama Dirahasiakan atau Terang-Terangan

Dalam beberapa keterangan, terdapat anjuran untuk menyembunyikan atau merhasiakan amalan daripada menampakkannya, termasuk dalam hal infaq. Infaq yang ditampakkan lebih berpotensi menimbulkan riya' sehingga merusak pahala atau amalannya sendiri.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 271 yang artinya:

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-keslaahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Infaq yang ditampakkan atau terang-terangan bukan berarti kurang baik, namun lebih afdhal atau lebih utama jika infak itu dilakukan diam-diam atau dirahasiakan. Demikian pendapat banyak ahli tafsir dan ulama fiqh.

Keutamaan Infaq

Kautamaan Infaq di jalan Allah SWT sangat banyak. Infaq yang di keluarkan saat ini merupakan tabungan di akhirat kelak. Infaq juga dapat menyucikan jiwa dan rezeki, dapat menolak bala atau bencana, juga dapat menjadi obat bagi banyak macam penyakit.

Tidak jarang didapati kasus nyata seseorang yang mengalami sakit parah yang menurut vonis dokter sudah tidak mungkin untuk disembuhkan, namun melalui jalan infak atau sedekah, Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya dan memberi orang yang bersangkutan kesembuhan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Saba' ayat 39 yang artinya:

"Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya. Dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik."

Infak juga meringankan beban orang-orang yang berhak menerimanya. Bahkan dalam studi psikologi, diakatakan bahwa ada korelasi atau hubungan antara berbagi, dalam hal ini infaq, dengan peningkatan rasa senang atau bahagia seseorang.

Menunaikan infak kini lebih mudah dengan hadirnya berbagai platform digital untuk memudahkan orang-orang yang ingin ikut berbagi dan menebar manfaat yang lebih luas, cukup dengan melalui gadget. Salah satunya LAZNAS Dewan Dakwah. Cukup klik disini atau langsung ke websitenya, kita dapat memilih ingin menabung kebaikan kepada siapa saja.

Yuk tebar manfaat dan tingkatkan kebahagiaan dengan infak bersama LAZNAS Dewan Dakwah

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis