Istilah-Istilah yang Digunakan dalam Zakat, Kenali Supaya Tidak Bingung

Dipublikasikan : 15 Mar 2024

LAZNAS Dewan Dakwah - Allah SWT telah menetapkan zakat dalam rukun Islam yang ketiga sebagai kewajiban bagi setiap muslim. Ditetapkannya kewajiban zakat ini membawa banyak manfaat bagi orang yang berzakat juga bagi harta yang dizakatinya.

Allah SWt berfirman dalam QS. At Taubah ayat 103 bahwasanya;

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu menyucikan dan membersihkan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Zakat sendiri dalam UU No. 23 tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Istilah-Istilah Dalam Zakat

Dalam zakat, dikenal beberapa istilah yang merujuk kepada suatu hal atau golongan tertentu. Meski terdengar tak asing, istilah-istilah tersebut terkadang masih kurang dipahami oleh masyarakat, khususnya mereka yang masih awam.

Berikut ini penjelasan terkait beberapa istilah yang digunakan dalam zakat.

1. Zakat Mal

Salah satu jenis zakat yakni zakat Mal. Zakat Mal merupakan harta yang dikeluarkan oleh muzakki melalui amil zakat resmi untuk diserahkan kepada mustahik. Zakat mal juga boleh diserahkan langsung oleh muzakki kepada mustahik

2. Zakat Fitrah

Merupakan zakat yang wajib dikeluarkan dari kebutuhan sehari-harinya sebagai zakat jiwa, bagi setiap muslim yang masih hidup pada bulan ramadhan.

3. Muzaki

Muzaki yakni seorang muslim atau badan usaha yang memiliki kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Seseorang sebagai muzakki untuk juga memiliki kriteria-kriteria atau syarat tertentu yang harus terpenuhi.

4. Mustahik

Mustahik yakni orang yang berhak menerima zakat. Dalam Al-Qur'an surah at-Taubah telah Allah SWT tetapkan 8 golongan orang-orang yang berhak menerima zakat. Diantaranya yakni fakir, miskin, amil, muallaf, gharimin, hamba sahaya, fi sabilillah, dan ibnu sabil. 8 golongan ini dikenal juga sebagai asnaf zakat. 

5. Nisab

Nisab merupakan batasan minimal harta untuk dikenakan wajib zakat. Nishab zakat berbeda-beda tergantung dengan jenis hartanya. Apabila sebuah harta telah mencapai nisab sesuai dengan ketentuan hukumnya, maka wajib untuk dizakati.

6. Haul

Haul merupakan batas waktu satu tahun hijriyah atau duabelas bulan qamariyah masa kepemilikan atau waktu penyimpanan harta terkena wajib zakat. Jadi harta yang dimiliki haruslah dihitung haulnya sebelum dikeluarkan zakatnya. Namun syarat haul bisa berbeda tergantung jenis zakat yang akan dibayarkan.

7. BAZNAS

Merupakan kepanjangan dari Badan Amil Zakat Nasional yang merupakan lembaga pengelola zakat secara nasional

8. LAZ

Lembaga Amil Zakat, merupakan lembaga yang dibentuk oleh masyarakat dengan tujuan untuk mengumpulkan, mendistribusikan, dan untuk pendayagunaan zakat. Salah satunya yakni LAZNAS Dewan Dakwah yang berada di bawah naungan Dewan Dakwah Islaiyah Indonesia.

9. UPZ

Unit Pengumpul Zakat, satuan organisasi yang dibentuk oleh BAZNAS untuk membantu pengumpulan zakat.

Yuk tunaikan zakatmu melalui LAZNAS Dewan Dakwah.

Bagikan :

Berita Lainnya

Artikel Sejenis