
LAZNAS Dewan Dakwah - Tiga jam perjalanan bukanlah waktu yang singkat, apalagi ketika aspal mulus berganti dengan tanah terjal yang licin. Di kanan dan kiri, ancaman longsor membayangi setiap kelokan perbukitan Agam yang curam. Namun, bagi relawan LAZNAS Dewan Dakwah, rasa lelah itu seolah menguap saat kaki akhirnya menjejak di Jorong Pagadih, sebuah wilayah yang sempat terputus dari hiruk-pikuk dunia luar akibat bencana banjir.
Di Jorong Pagadih, lebih dari 12 hekatare lahan dan sawah masyarakat terdmpak longsor. Akses yang berat tak menjadi penghalang demi mengantarkan amanah dari para donatur. Di balik perbukitan yang sunyi itu, ada rindu dan harapan warga yang perlu segera dijawab.
Ratusan paket bantuan berisi sembako dan perlengkapan ibadah kini telah berpindah tangan kepada pemiliknya yang sah. Di tengah kondisi pascabencana, kehadiran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa meski lokasi mereka tersembunyi jauh di balik bukit, mereka tidak pernah berjalan sendirian, apalagi dilupakan.
Namun, misi ini bukan sekadar tentang logistik. Menyadari bahwa luka batin sering kali lebih dalam daripada kehilangan materi, tim juga membawa misi Trauma Healing. Di antara puing-puing sisa banjir, relawan hadir memulihkan senyum warga yang sempat pudar akibat rasa cemas selama masa isolasi.
Baca Juga: Bolehkah Menyalurkan Dana Zakat kepada Korban Terdampak Bencana?
Melihat tawa anak-anak yang kembali pecah dan ketenangan di wajah para orang tua saat menerima bantuan adalah upah terbaik yang membayar lunas seluruh peluh dalam perjalanan panjang ini.
Antusiasme masyarakat Jorong Pagadih sungguh luar biasa. Mereka menyambut tim relawan bukan sekadar sebagai tamu atau pemberi bantuan, melainkan sebagai keluarga jauh yang datang berkunjung di saat sulit. Kehadiran tim seolah menjadi penghubung kembali antara mereka dengan dunia luar yang sempat terputus.
Apresiasi mendalam datang langsung dari Kepala Jorong Pagadih, Datuk Akmal. Dengan penuh haru, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kegigihan para relawan yang rela bertaruh risiko demi menyapa warganya.
"Terima kasih atas kepedulian para donatur dan relawan yang rela menembus akses sesulit ini. Kehadiran kalian di sini memberikan kekuatan baru bagi warga kami untuk kembali bangkit," ungkap Datuk Akmal.
Perjalanan ke Jorong Pagadih mungkin penuh rintangan, namun kehangatan sambutan warga dan senyum yang kembali terukir menjadi pengingat bahwa di mana pun ada kesulitan, di sana persaudaraan harus tetap hadir tanpa batas.
Jazakumullah khair, Sahabat, sudah ikut serta dalam pemulihan Sumatra. Mari ikut ambil bagian, dan sama-sama kita bantu Sumatra.
BANTU SUMATERA SEGERA PULIH DI SINI TONTON VIDEO LENGKAPNYA DI SINI