Loading....
LAZNAS Dewan Dakwah - Sungguh malang dan sedih Nurdiana (36), seorang ibu single parent, setelah kematian suaminya Yusuf 'Roger' Maramis pada Ramadhan lalu, ia kesulitan untuk memenuhi biaya hidup dan pengobatan untuk dirinya sendiri dan ibunya. Di saat tidak ada penghasilan dan penyakit yang melemahkan fisiknya, ia didesak untuk segera melunasi biaya kontrakan, membayar biaya sekolah anak, dan merawat ibunya yang sakit jantung.
Selain karena belum bisa bekerja, penyakit autoimun yang dideritanya sejak 16 tahun lalu juga membuat dirinya lemah dan tak bisa beraktivitas banyak. Apalagi ibunya, Nurdiana harus merawat ibunya dan mengantar ke dokter untuk penanganan khusus. Biaya obat ia bagi dua agar penyakit Nurdiana dan ibunya sama-sama bisa ditangani.
“Bingung juga, mau usaha tapi ngga boleh banyak aktivitas, capek dikit bisa langsung drop,” cerita Nurdiana.
Kini Nurdiana tinggal di rumah kontrakannya di Cibubur, Jakarta Timur, dengan ibunya dan satu orang anak yang kini sudah kelas dua SMK. Nurdiana berusaha untuk memohon bantuan, meminjam kepada saudara-saudaranya, namun tidak bisa terpenuhi semua. Ia berjuang sendiri dengan hal yang bisa ia lakukan.
Sebelumnya, almarhum suami Yusuf 'Roger' Maramis adalah seorang muallaf. Ia adalah keponakan dari tokoh nasionalis asal Manado AA Maramis. Namun, alhamdulillah ia mendapat hidayah dan masuk Islam.
Meski ditentang oleh keluarganya sendiri, ia tetap berpegang teguh pada pendiriannya hingga akhirnya menikah dengan Nurdiana. Ia aktif sebagai jurnalis dan penulis yang penghasilannya pun tidak menentu, sehingga bersama Nurdiana, mereka hidup sederhana di kontrakannya yang kecil dan sempit.
Karena itu, setelah kematian suaminya ini, Nurdiana sangat kebingunan untuk memenuhi kebutuhan hidup, biaya pengobatan, dan sekolah anaknya. Alhamdulillah, mengetahui hal ini tim kemanusiaan Laznas Dewan Da’wah datang ke rumah Nurdiana dan berupaya memberikan sedikit bantuan untuk meringankan beban hidup keluarga yang ia tanggung.
Nurdiana masih tetap berusaha kuat saat ditemui oleh tim dan saat ini ias angat membutuhkan uluran tangan sahabat untuk bisa bertahan. Yuk, mari ikut berpartisipasi membantu keluarga Nurdiana, jangan biarkan hidup mereka redup direnggut oleh penyakitnya.