Loading....
Yuk Beri Bantuan Pangan untuk Saudara di NTT
LAZNAS Dewan Dakwah - 10 Ton Beras Untuk Pedalaman
Tahukah sahabat, sudah satu pekan (1/2) lebih angin kencang disertai hujan menerpa Pulau Kera. Kondisi ini menyulitkan masyarakat untuk melaut. Kebutuhan hidup mereka menjadi sulit dan tidak berani keluar untuk melaut atau menyeberang ke kota untuk membeli kebutuhan pokok.
Bapak Arsyad Abdul Latif adalah satu warga yang terkena dampaknya mengatakan persediaan untuk bertahan hidupnya sudah kritis. Selain Bapak Arsyad, ada Ustadz Yusril Mahendra, da’i yang mengabdikan dakwahnya di Pulau Kera tidak luput dengan ancaman itu.
Setidaknya, ada sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Pulau Kera yang membutuhkan sekitar 10 Ton beras untuk dibagikan kepada mereka.
Inilah saatnya alarm kemanusiaan kita terpanggil untuk meringankan beratnya kesulitan mereka.
Ada juga cerita lain pengalaman Ust Heri Situros.
Sebab Ustadz Heri menemui anak-anak Pagai Selatan yang dari jauh terlihat sangat senang. Tetapi, ketika didekati mereka malu-malu dan malah menyembunyikan tangannya ke belakang.
‘’Enak, Ustadz,’’ kata anak-anak kecil itu tersenyum dan menunjukkan sesuatu pada genggaman tangan mereka. Ternyata di dalam genggamannya terdapat nasi yang bagi mereka terasa begitu nikmat.
Ada lagi, anak pedalaman Pulau Seram, Maluku, binaan Ustadz Idris Yusuf yang menghisap potongan sandal jepit yang dikiranya gula-gula (permen), sebab memang tidak ada makanan lagi di rumahnya saat itu.
Mungkin, bagi kita segenggam nasi tiada berarti. Bahkan mungkin terbuang sia-sia. Tapi bagi mereka, anak-anak, masyarakat pedalaman, dan orang-orang yang membutuhkannya, itu menjadi nikmat yang sangat berharga.
Mari bersama Laznas Dewan Da’wah, kirimkan kepedulian nyata Anda melalui program 10 ton beras yang akan mengenyangkan laparnya perut saudara-saudara di pedalaman, guru ngaji, mualaf, janda miskin, yatim piatu, dhuafa, pondok pesantren, korban bencana, dan mahasiswa kader dakwah STID Mohammad Natsir.
Siapapun mukmin (yang) memberi makan mukmin yang kelaparan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapapun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga,"
(HR. Tirmidzi)