
Berangkat dari Masjid Raya Nurusa'adah Fontein Kupang-NTT, bantuan ini dibawa ke Pelabuhan Oeba, Kupang. Bantuan berupa beras 3.890 Kg, gula 300 Kg, mie instan 184 Doz, minyak goreng 13 Doz, dan telur 10 ikat akan diseberangkan menuju Pulau Kera. Awalnya kita akan mengirimkan 10 ton beras, namun melihat kondisi masyarakat membutuhkan sembako lainnya, jadi 10 ton beras di konversi menjadi 5,5 ton sembako.
Ustadz Yusril dan Ustadz Arsyad pada hari Sabtu (30/01), mengungkapkan bahwa masyarakat di Pulau Kera dalam kondisi darurat dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Laznas Dewan Dakwah dan Dewan Dakwah NTT berkolaborasi menggalang donasi bantuan untuk mereka di Pulau Kera.
Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak bantuan dan kepedulian datang dari berbagai pihak. Bahkan, anggota Polres Kupang (Muslim dan Non Muslim) ikut membantu dan rela memberikan jatah berasnya bulan Februari sebanyak 1.750 Kg kepada masyarakat Pulau Kera.
Sebelumnya, rencana bantuan beras akan diseberangkan pada hari Sabtu (05/02). Namun, kapal belum bisa bersandar untuk pengangkutan karena air laut sedang surut. Hingga kemudian, logistik diberangkat pada hari Ahad (07/02) bersama TNI Angkatan Laut.
Bahu membahu masyarakat dan tim relawan saling bergotong-royong mengantar bantuan hingga ke kapal. Alhamdulillah, logistik sampai ke di kapal dengan aman untuk segera disampaikan ke masyarakat Pulau kera.
Sahabat, kondisi di Pulau Kera sangat memprihatinkan, minim fasilitas dan jauh dari pusat bahan-bahan pokok. Sejak angin kencang yang menerpa, ditambah lagi dengan cuaca berupa hujan disertai angin, mereka tidak berani melaut atau menyeberang ke Kupang. Padahal, banyak kebutuhan hidup harus diperoleh dengan ke Pulau Kupang terlebih dahulu, termasuk kebutuhan air tawar.