Loading....
LAZNAS DEWAN DAKWAH - Bahkan hingga sepekan kemudian masih ada beberapa korban yang hilang, padahal sudah 37 mayat ditemukan. (Banjir Bandang Luwu)
Itulah penggalan kesedihan dari tragedi "tsunami" yang menerjang Luwu Utara, Sulsel, pada Senin (13/7) malam.
Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi dua hari sebelum bencana meluapkan air Sungai Masamba, Rongkang, dan Radda. Banjir bandangpun menderu. Air tanah disertai gelondongan kayu menghanyutkan apapun yang diterjangnya.
Dalam sekejap, Kec Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke barat ludes, diamuk lumpur dan derasnya banjir bandang. (Tsunami Darat Panggil Kepedulian Kita pada Luwu)
Warga setempat kehilangan rumah, harta benda, hingga orang-orang terdekatnya.
LAZNAS Dewan Da’wah bersama Pondok Pesantren Al-Muhajirien, Luwu Timur, turut ikut peduli dengan mendistribusikan kebaikan para dermawan dalam bentuk makanan siap saji, biskuit, beras, makanan pokok, dan kebutuhan mendesak lainnya yang sangat dibutuhkan di masa darurat ini.
Da’i Dewan Da’wah Luwu Selatan, Ustadz Imam Muhajir bersama para guru Ponpes Al-Muhajirien menyerahkan bantuan dari para donatur LAZNAS Dewan Da’wah untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat saudara kita yang terkena banjir bandang!