Loading....
LAZNAS Dewan Dakwah - Wabah corona tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga ekonomi. Akibatnya banyak saudara-saudara kita yang lemah ekonominya, kini bertambah lemah. Pekerjaan harian yang menjadi sandaran, tidak bisa lagi menutupi biaya hidup sehari-hari. (Patungan Sembako untuk Guru Ngaji Terdampak Corona)
Ada di antara saudara-saudara kita yang mengatakan langsung bahwa mereka sedang membutuhkan.
Namun, ada lebih banyak lagi mereka yang diam, meskipun sebenarnya sangat membutuhkan. Diamnya karena 'iffah (malu) dan menjaga muru'ah (martabat).
Merekalah para guru ngaji yang selama ini mengajar kita, anak-anak kita, dan santri-santri TPA/TPQ di desa-desa. Mereka tidak akan meminta, tetapi terbiasa menahan diri dengan puasa sunnah.
يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ
“Orang yang tidak tahu menyangka mereka (orang-orang fakir) itu adalah orang-orang yang berkecukupan karena mereka ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta kepada manusia).” (Al-Baqarah: 273)
Kita bisa menolong dan membantu mereka dengan zakat, infak, dan sedekah terbaik untuk meringankan beban mereka. (Patungan Sembako untuk Guru Ngaji Terdampak Corona)
InsyaAllah LAZNAS Dewan Da’wah akan menyalurkan paket sembako untuk membantu para guru ngaji di tengah krisis corona ini.
Yuk bantu dan bahagiakan guru ngaji bersama LAZNAS Dewan Da’wah!