Ranah Minang sedang diuji. Derasnya hujan ekstrem telah berubah menjadi bencana Galodo (banjir bandang) yang menyapu bersih desa-desa di Sumatera Barat, meninggalkan duka dan kerusakan parah. Ribuan warga kehilangan: rumah, ladang, hingga akses dasar seperti air bersih dan listrik. Prioritas utama kita saat ini adalah aksi tanggap darurat, memastikan logistik pangan dan obat-obatan sampai kepada para pengungsi, serta menyediakan tempat berlindung sementara yang layak. Mari ulurkan tangan kita untuk menjadi perpanjangan harapan bagi mereka yang kini terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat. Setiap bantuan yang Anda berikan adalah nafas kehidupan bagi saudara kita yang tengah berjuang melewati masa-masa kelam ini.
Bencana memang datang tiba-tiba, namun pemulihan harus kita hadapi bersama. Setelah fase darurat, fokus kita akan beralih ke pemulihan pasca Galodo. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membersihkan puing-puing, membangun kembali fasilitas sanitasi yang hancur, menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah agar anak-anak bisa kembali belajar, hingga memberikan bantuan modal kecil untuk menggerakkan kembali roda ekonomi keluarga yang terhenti, dll . Ini bukan hanya soal donasi, tapi tentang "Basamo Kito Bangkit Ranah Minang"
*Dalam penggalangan dana program operasional Lembaga sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 606 tahun 2020 (revisi KMA no 733 tahun 2018).