Loading....
Genosida yang berkepanjangan membuat warga di Jalur Gaza semakin menderita. Kini kondisinya berada dalam krisis sejak Israel memutus pasokan air dan listrik di sana. Alhasil, mereka sulit mendapatkan akses air bersih sehingga isu kesehatan pun akibat krisis air bersih di Gaza pun bermunculan.
Hantaman 81.000 ton bom di Jalur Gaza telah mengakibatkan 42 km jaringan air dan 710 sumur di Jalur Gaza rusak. Sehingga, 97% air di Gaza terkontaminasi dan tidak bisa diminum. Menurut UNICEF, setidaknya setengah dari fasilitas air dan sanitasi di Gaza telah hancur atau rusak. Sementara UNRWA melaporkan bahwa 70% penduduk meminum air yang asin atau terkontaminasi, sehingga membahayakan kesehatan mereka. Air yang mereka minum sering kali mengandung garam atau polutan yang tinggi.
Krisis air bersih di Gaza berpengaruh terhadap akses kebersihan yang sangat terbatas, tidak ada toilet, kamar mandi, dan sistem pembuangan limbah yang memadai di daerah yang padat penduduk di sana. Menurut UNRWA, terdapat satu toilet untuk 480 orang. Kekurangan toilet dan air untuk mencuci mempercepat penyebaran penyakit terutama yang disebabkan oleh kepadatan penduduk dan kebersihan yang buruk.
Selama saudara kita di Gaza masih berjuang untuk negerinya, berarti perjuangan kita juga belum usai, jangan biarkan dunia membisu di tengah derita