Loading....
LAZNAS DEWAN DAKWAH – “Tolong pulangkan kami segera. Harta benda kami sudah habis. Tinggal nyawa yang diincar,” jerit pilu warga Homhom asal Sumbar di pengungsian.
Ibu itu salah satu saja dari ribuan eksodus Wamena. Sepuluhan ribu warga pendatang maupun asli, mengantri diboyong pesawat Hercules yang sangat terbatas. Baik untuk mengungsi ke kota lain, pulau lain, maupun provinsi lain kampung halaman mereka.
“Kami sudah habis-habisan. Tinggal badan dan nyawa,” kata pengungsi yang kehabisan air mata.
Akibat perusuhan di Ibukota Kab Jayawijaya itu, lebih dari 30 warga tewas mengenaskan; Dikampak, ditombak, dibacok, diparang, bahkan gosong dibakar!
Kebiadaban itu menjadikan tak seberapa kehancuran bangunan kantor, permukiman, perdagangan, dan fasilitas umum lainnya.
Hingga kini, lebih dari 2.000 orang telah dievakuasi keluar dari Wamena. Lainnya menunggu antrian yang panjangnya luar biasa.
Tragedi Wamena memekikkan alarm kemanusiaan yang memanggil segenap kepedulian kita, untuk terlibat aktif membantu para korban.
Mari tunjukkan solidaritas kita sebagai sesama anak bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persaudaraan dan harkat kemanusiaan!