Setor An Naba' Tatto Terhapus


12 Nov 2019

Penyaluran Rp 0

Setor An Naba' Tatto Terhapus



LAZNAS Dewan Dakwah - Fenomena hijrah saat ini patut disyukuri. Sebab arus besar anak muda yang ingin kembali ke jalan yang sesuai dengan agama bukan satu atau dua orang. Jumlahnya amat banyak. Namun sayangnya, sebagian mereka masih sulit keluar dari jerat image negatif dengan adanya tatto yang masih melekat.

Untuk mengurangi permasalahan ini, Laznas Dewan Da’wah kembali memfasilitasi para pemuda hijrah dengan Layanan Hapus Tato Gratis di Wonderia, Semarang, pada 7-10/11. Bekerjasama dengan JakCloth dan Madrasah Relawan Jawa Tengah, selama 4 hari, kurang lebih 80 orang bertato terfasilitasi layanan ini.

‘’Kami layani siapa saja yang ingin menghapus tato, dengan catatan punya niat yang serius dan ikhlas untuk kembali pada jalan Allah. Syaratnya menyetorkan hafalan Qur’an,’’ tutur Amilin Laznas Dewan Da’wah Kaltim, Hanafi.

Hanya dengan menyetorkan minimal 10 ayat, layanan cuma-cuma hapus tato ini akan diberikan.

‘’Cukup dibayar dengan setoran hafalan Al-Qur’an surah An-Naba atau Ar-Rahman,’’ imbuhnya.

Dengan program ini, Laznas Dewan Da’wah mengedepankan syiar Islam di kalangan anak muda milenial yang serius untuk kembali memperbaiki dirinya.

‘’Ada masyarakat umum, ada pelajar, orang tua, bahkan ibu rumah tangga. Tapi, mayoritasnya adalah anak muda,’’ jelas Hanafi mengenai macam-macam lapisan masyarakat yang turut mendapatkan pelayanan ini.

Mereka yang datang untuk menghapus tato berasal dari berbagai macam latar belakang kehidupan, di antaranya salah pergaulan dan gaya hidup. Seluruhnya mengaku menyesal dan malu karena pandangan yang kurang baik dari masyarakat pada orang bertato.

Orang tua yang bertato sadar sebab rasa malu dan berharap anak-anak mereka tidak mengikuti langkahnya yang keliru. Ibu rumah tangga ada yang bertato sebab masa lalu kehidupan mudanya. Sedangkan anak remaja sebab pergaulan yang banyak menyimpang.

Menyiapkan hafalan sejak jauh hari

‘’Ada yang jauh dari salatiga naik angkot hanya khusus ingin dilayani hapus tato dan mereka telah mempersiapkan hafalannya jauh-jauh hari,’’ papar Hanafi mengharu.

‘’Ada juga orang tua yang menangis ketika hapus tato karena teringat anaknya bawa penghapus pensil ingin menghapus gambar tato di tangan ayahnya,’’ urainya seolah menyayat hati.

Biaya hapus tato pada umumnya cukup tinggi, yaitu berkisar antara 500-800 ribu per centimeter persegi. Maka, untuk menghapus satu tato seseorang mesti mengabiskan biaya jutaan bahkan puluhan juta.

Dengan ada layanan ini mereka sangat bersyukur.

Hapus tatto akhirnya pegang Al-Qur'an

‘’Pun mereka mengakui dengan layanan hapus tato ini, baru pegang lagi mushaf Al-Qur’an setelah sekian lama,’’ ujarnya.

Hanafi menyebutkan bahwa para peserta hapus tato diikutkan pada acara kajian di berbagai masjid. InsyaAllah dalam waktu dekat, akan dibuatkan tim khusus yang membina para peserta dalam kajian ilmu dan bimbingan baca Al-Qur’an, bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an.

‘’Kami juga minta kepada para peserta untuk membaca ayat Al-Quran, minimal mereka mau lagi memegang dan tilawah Al-Quran. Untuk selanjutnya akan disyaratkan untuk mengikuti kajian fiqih,’’ tandasnya.


Bagikan :
Campaign Update