
Banjir menurunkan air melimpah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun, air yang melimpah itu tidak bisa dikonsumsi semua oleh masyarakat. Air keruh kecoklatan dan menggenangi sumur-sumur sumber air bersih mereka. Padahal, air menjadi salah satu kebutuhan poko masyarakat untuk bertahan hidup.
Melihat kondisi itu, tim Laznas Dewan Dakwah bersama dengan tim relawan dengan sigap mendistribusikan bantuan dari para donatur berupa air bersih ke masyarakat. Untuk menjangkau masyarakat di pemukiman bantaran sungai, perjalanan hanya bisa menggunakan klotok atau perahu sampan. Satu sampan mampu memuat 10 drigen. Selain air bersih, tim juga mendistribusikan air minun isi ulang menggunakan galon.
Laporan Dai Siaga Ustadz M. Sa'id di dalam tim mengungkapkan, “Sungguh miris melihat masyarakat yang berada di bantaran sungai. Ada diantara mereka mengkonsumsi air sungai yg keruh. Menghawatirkan, bila kondisi demikian berlarut-larut, masyarakat bisa terkena penyakir diare atau lainnya.”
Salah satu warga, Ibu Yana, mengucapkan rasa terimakasih dan menyampaikan kondisi mereka, “Kami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, terutama air minum. Yang saya khawatirkan adalah anak-anak saya.”
Sahabat, akibat bencana banjir di Kalimantan Selatan, masih ada saudara-saudara kita yang merasakan dampak dan kesulitannya.