
Ingin dan harap bisa terwujud, namun sudahkah kita mau melangkah untuk membuat perubahan kecil dalam kehidupan kita? Ustadz Yusuf Mansur pernah menyampaikan bahwa harapan adalah sebuah awal; bila kita hanya berhenti pada harapan, maka kaki kita hanya berpijak, bukan melangkah.
Sahabat, awal itu memang berat ya. Tapi, bila kita tidak mau melangkah untuk sedikit melakukan perubahan kecil saja, pada kebiasan-kebiasan kecil kita, maka selamanya keinginan itu hanya berhenti pada harapan; kaki kita hanya berpijak dan tidak ada progres (kemajuan) dalam kehidupan kita.
Kita patut mengapresiasi dan meneladani saudara-saudara kita yang mau berhijrah untuk menghapus tatonya. Harapan mereka untuk berhijrah dan menjadi lebih baik dari sebelumnya itu dibuktikan dengan usaha yang nyata.
Pada acara Hijrah Hapus Tato yang diselenggarakan di beberapa wilayah oleh Laznas Dewan Dakwah Jawa Timur, para peserta sangat antusias. Baik dari pemuda maupun orang tua, antusiasme mereka sangat tinggi, bahkan ketika tim vakum beberapa bulan karena adanya pandemi, banyak orang yang menghubungi dan meminta untuk diadakan kembali.
Rudy Susanto, salah satu peserta mengungapkan penyesalannya setelah membuat tato. Rudy mempunyai harapan agar dirinya bisa berubah menjadi lebih baik. Ia berniat untuk menghapus tatonya. Ia pun mencari-cari info terkait adanya program hapus tato. Alhamdulillah sekali, dengan usaha pencariannya itu, ia mendapat info Hijrah Hapus Tato ini. Rudy pun mendaftar dan, alhamdulillah harapannya kini sedikit demi sedikit bisa terkabul.
Sebagaimana Rudy, sahabat pasti punya harapan kan?