
LAZNAS DewanDakwah-Pak Andri datang terengah-engah. Ia bersama keponakannya menembus kemacetan dan diputar-putar oleh arahan map Cikarang-Bekasi demi hapus tato.
Pak Andri merupakan salah satu tokoh masyarakat di lingkungan perumahannya. Tapi selama ini ia selalu merasa tidak pernah pantas dianggap baik karena ukiran gambar yang ada di lengan kiri atasnya.
“Saya sudah lama ingin hapus tato, hanya saja saat itu terhalang biaya. Saya cari di Google, akhirnya ketemu program Laznas Dewan Dakwah ini. Alhamdulillah, sampai sini masih buka,” kata Bapak beranak dua ini tersenyum ketika sampai menjelang pukul tiga sore.
Pak Andri bertato sejak masa remajanya. Ia bercerita bahwa ini akibat salah pergaulan. Dan salah pergaulan itu akibat dari ketidakharmonisan ayah dan ibunya di rumah.
“Saya dititipan ke Nenek di kampung karena ayah dan ibu saya sibuk sendiri. Nenek saya sudah tua, jadi tidak maksimal menjaga, dan iya ini (tato) pas di kampung,” katanya.
Saat mereka yang mengaku seniman dan memamerkan tatonya, maka Pak Andri mengaku malu. Ia segan sekali dan bahkan kalau bisa, tidak perlu ada yang tahu kalau dia punya tato. Sebab tentu akan mengungkit masa lalunya yang kelam.
“Saya sedang keadaan sadar tidak sadar, sedang mabuk, mbak. Tidak bisa melawan. Tahu-tahu, ketika sadar, badan saya sudah ada ini,” ujar Pak Andri sambal melirik tatornya yang sedang dihapus.
Selain itu, ia juga bercerita hidupnya yang tidak mudah karena ada tato.
“Kalau mau masuk kerja ‘kan selalu ada cek kesehatan di akhir, nah saya selalu kalah di situ karena tato ini,” katanya.
Selain ingin jadi manusia yang lebih baik, ia juga ingin agar anak perempuannya yang baru sebulan lahir tidak perlu tahu ayahnya bertato.
“Malu, mbak, dihapus saja biar ibadah saya sah di mata Allah. Juga supaya anak saya ngga tahu bapaknya tatoan,” jawabnya ketika ditanya alasan ingin hapus tato.
Sahabat Dakwah, ayo terus bantu dan dukung sobat hijrah hapus tato ini dengan donasi terbaikmu.
BANTU SOBAT HIJRAH HAPUS TATO DI SINI