
Lutfi mengaku, dirinya terlanjur memasang tato pada bagian lengan kanan dan punggungnya semenjak lima tahun lalu, karena pergaulan bebas.
Dirinya mengikuti kegiatan penghapusan tato tersebut karena digelar secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.
"Sebab biaya penghapusan tato jika dilakukan mandiri lumayan mahal. Bahkan satu sentimeternya mencapai Rp 150 ribu, tinggal menghitung saja berapa lebar tato yang ada," tegasnya.
Alhamdulillah, dengan adanya acara Hapus Tato Probolinggo ini, Lutfi dapat mewujudkan keinginan untuk menghapus tatonya dengan gratis. Hapus Tato Gratis, Bantu Hijrahkan Masyarakat Probolinggo
Kegiatan yang diadakan selama dua hari ini (tanggal 20 dan 21 Februari 2021) diinisiasi oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia bekerjasama dengan Laznas Dewan Dakwah Jawa Timur, dan didukung oleh Pemerintah Kota Probolingg, dengan memberikan fasilitas tempat.
Alasan dan latar belakang cerita peserta bermacam-macam. Tim juga memberikan himbauan kepada orangtua untuk bisa menjaga dan terus mengawasi pergaulan anak-anaknya, sehingga tidak mudah terjerumus pada pergaulan yang tidak baik.
Ada dari mereka yang mengaku mereka ada tato pada tubuhnya karena dipasang oleh temannya dengan cara dimabukkan terlebih dahulu.