LAZNAS Dewan Dakwah - Ustadz Sukarman, dai muda Dewan Dakwah, mendapat mandat bertugas di Tana Toraja, di mana Muslim hanya 18% dari seluruh penduduk di sana. Hal yang sangat menantang bahkan sejak wilayah tugas diumumkan. Tapi dai muda Dewan Dakwah tersebut tetap berangkat. Perjalanan panjang membawa Ustadz Sukarman dan dua orang dai lainnya dari Enrekang melewati sejumlah wilayah dan jalur yang terus menanjak sebelum akhirnya tiba di Tana Toraja.
Bukit Perjuangan. Begitulah ustadz Sukarman dan para pengabdi menyebutnya. Di atas bukit di Kelurahan Rante Tua, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, tempat Ustadz Sukarman bertugas.
Tak berhenti di situ, Ustadz Sukarman melebarkan sayap dakwahnya dengan menjadi khatib dan imam setiap Jumat di kecamatan. Sehingga pernah membawanya ke suatu masjid yang sangat jauh dengan perjalanan yang sangat terjal.
Ustadz Sukarman harus melewati jalan menanjak dan jembatan gantung dengan kayu dan tali yang sudah rapuh. Tapi saat tiba di masjid tersebut, hanya 5 orang jamaah saja yang hadir di sana. Dan itulah dakwah. Meski hanya lima jamaah yang hadir, inilah yang terus harus dibina.
Seorang dai kadang tidak selalu pulang dengan membawa bukti besar tentang apa yang telah dilakukannya. Kadang ia hanya membawa kenangan tentang jalan-jalan panjang, masjid-masjid kecil, wajah-wajah santri, ayat-ayat yang diulang berkali-kali, dan beberapa orang yang pernah menunggunya datang.
Namun jika dari semua itu ada satu kehidupan yang berubah menjadi lebih baik, maka perjalanan itu tidak pernah sia-sia. Karena di jalan dakwah, tidak semua perjuangan harus terlihat.