
Hal inilah yang dilakukan oleh da’i muda Ustadz Andriawan, Da’i STID Mohammad Natsir yang baru saja diterjunkan ke masyarakat untuk mengabdi di daerah Sulawesi Tengah. Merespon adanya bencana gempa Sulawesi Barat pada 15 Januari lalu, Ustadz Andriawan bersama dengan ustadz Dedi Irawan dan Dewan Da’wah Tojo Una Una dengan sigap menuju lokasi bencana.
Mereka menuju salah satu lokasi pengungsian di Desa Galung, Kec. Tampalang, Kab. Mamuju. Setidaknya, ada sekitar 20 tenda dan 30 kepala keluarga yang tinggal dengan berbagai keterbatasan di pengungsian ini.
Oleh karena itu, dengan sinergi bersama masyarakat dan berbagai pihak, posko pun didirikan untuk menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Tidak hanya kebutuhan pokok saja, kebutuhan sarana ibadah pun mereka bantu sediakan.
Kemudian, Ustadz Andriawan dan tim relawan mendirikan mushalla darurat untuk para pengungsi yang sebelumnya, warga salat sendiri-sendiri di tenda masing-masing. Namun, alhamdulillah setelah adanya mushalla darurat ini mereka bisa salat berjama’ah.
Sedikit demi sedikit, warga di pengungsian dibantu untuk keberlangsungan hidup mereka. Da’i Siaga bersama tim Dewan Da’wah Tojo Una-Una dan gabungan dari aliansi Touna berusaha untuk membantu dan mendampingi para pengungsi agar mereka bisa bangkit kembali dari duka bencana ini.
Yuk, ikut berbagi dukung Ustadz Andriawan dan para da’i lainnya di penjuru nusantara untuk menjadi Da’i Siaga yang siap membantu dan membina masyarakat.