
LAZNAS Dewan Dakwah-Meski tubuh penuh tato, masa lalu penuh dengan keburukan, bukan berarti pintu kebaikan tertutup untuk mereka para anak punk. Ketenangan hidayah Islam menjadi semangat mereka untuk hijrah, kembali memperbaiki diri.

Alhamdulillah, dengan semangat tersebut, program Camp Hijrah telah mulai bergerak melakukan pembinaan kepada komunitas anak jalanan. Sabtu-Ahad pekan lalu, para dai mengajak mereka bersama keluarga untuk mengikuti Camp Hijrah, yakni pembinaan yang dikemas dalam bentuk wisata, bermalam, dilakukan di alam terbuka.
“Kami bertekad untuk hijrah menjadi baik. Hampir semua hal buruk ketika di jalanan pernah saya jalani. Dan itu sudah menjadi masa lalu,” aku Muis, salah satu peserta camp hijrah. ‘’Semoga tidak bosan-bosan dalam membimbing kami, do’akan kami senantiasa istiqomah,” tutur Fitri sambil menggendong anaknya di sela acara Camp Hijrah. Bersama suaminya Fitri bertekad terus menjadi baik.
Camp Hijrah ini dibangun dengan menciptakan kedekatan juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang dilakukan secara langsung melibatkan keluarga para asatidz yang ikut membersamai. Istri-istri peserta ditempatkan dengan para istri da’i, begitu pula peserta laki-laki digabung bersama para da’i pembina dalam beberapa tenda perkemahan.
Pesan agama bertema akidah, ibadah juga akhlak menjadi materi pembinaan. Makan bersama, shalat berjama’ah, bangun shalat malam bersama, juga bermain wahana yang ada adalah upaya untuk menciptakan suasana hangat kekeluargaan.
“Gue seumur hidup, baru sekarang shalat tahajud,” celetuk Niko kepada teman peserta lainnya.
Ustadz tolong acara seperti ini sering diadakan, tidak harus di tempat seperti ini (tempat wisata) yang penting bermalam, bisa shalat bareng, juga tausyiah dari para ustadz,” harap Icang dengan mata berkaca-kaca kepada ustadz Nur Adi.
BANTU PUNK JALANAN HIJRAH DI SINI