
Begitupula dengan anak-anak, mereka turut bersama keluarganya di pengungsian. Tidak hanya mengguncang rumah-rumah dan bangunan, gempa juga mengguncang dan meredupkan keceriaan anak-anak yang kini tinggal di bawah atap-atap terpal.
Sahabat bisa bayangkan bila melihat foto pengungsian ini, panasnya siang dan dinginnya malam, serta dengan penerangan terbatas, makanan dan minuman terbatas, mereka bertahan. Pascagempa, semua jadi terbatas.
Pekerjaan yang sebelumnya jadi sumber penghasilan untuk menopang hidup keluarga juga terhambat, atau bahkan terhenti dan dihadapkan dengan masalah baru, tentang bagaimana mereka tinggal dan mendirikan kembali rumah yang kini telah menjadi tumpukan puing-puing bangunan.
Meski demikian, mereka tetap bersabar dan terus berikhtiar bertahan. Sedikit demi sedikit, tim Dewan Da'wah Sulawesi Tengah bersama Laznas Dewan Da'wah berusaha untuk membantu menguatkan mereka dengan mendirikan posko di Masjid Jabal Nur. Daerah Timbu. Kec. Mamuyu. Bergerak Bersama Kuatkan Korban Gempa di Pengungsian
Tim berusaha untuk membantu kebutuhan makan mereka dengan olahan Sedekah Makan untuk Rakyat (SEMARAK) dan batuan lainnya, termasuk menghibur dan menemani anak-anak di pengungsian dengan membangun kembali keceriaan mereka. Bersama dengan tim madrasah relawan, tim berbagi dan menghibur anak-anak tedampak gempa Sulbar.
Sahabat dakwah, duka mereka juga duka kita bersama. Kini, saudara-saudara kita yang terdampak bencana sedang berusaha bertahan untuk keberlangsungan hidup mereka.