
Bahan material diangkut menggunakan armada jonder. Tidak hanya sekali dua kali angkut, mobilisasi material bisa berkali-bali angkut karena medan yang tidak mudah untuk dilalui. Meski tidak mudah untuk mencapai kampung muallaf Lambentana ini karena kondisi dan medan jalan yang terjal, melawati bukit, dan bebatuan, Ustadz Sigit tetap memperjuangkan dan mengawal proses pembangunan masjid ini dari awal.
Proses untuk mewujudkan masjid pertama di muallaf di pedalaman Dusun Lambentana sudah dimulai. Mari kita doakan bersama semoga pembangunan yang diberi nama masjid Al-Furqan ini berjalan dengan lancar, sehingga saudara-saudara kita di Lambentana segera bisa memanfaatkannya untuk beribadah dan belajar Islam bersama.