Jangan Biarkan Mereka Mati Kedinginan di Pengungsian


04 Feb 2021


Jangan Biarkan Mereka Mati Kedinginan di Pengungsian

LAZNAS DEWAN DAKWAH - Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.. Kabar duka datang lagi, kini dari pengungsian penyintas bencana gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Seorang balita Al-Fauzi (1,5 tahun) dikabarkan meninggal karena kedinginan saat di tenda pengungsian. Selain itu, Nurbiah (53 tahun) juga dikabarkan meninggal setelah beberapa kali mengeluh kedinginan di pengungsian. Jangan Biarkan Mereka Mati Kedinginan di Pengungsian

Sahabat, duka korban bencana gempa yang melanda beberapa wilayah di Sulbar pada 15 Januari 2021 lalu masih berbuntut duka lagi. Selain memaksa masyarakat terdampak tinggal di tenda-tenda pengungsian, kini mereka dihadapkan lagi pada ancaman kedinginan.

Al-Fauzi dan Nurbiah hanyalah bagian dari ribuan penyintas gempa Sulbar. Mereka hidup dengan minim fasilitas. Kondisi tenda yang rentan, tidak berdinding, alas seadanya, hingga makanan seadanya dan minim gizi, membuat mereka hidup dengan ancaman kesehatan hingga kematian.

Himbauan datang agar mereka kembali ke rumah. Namun, bagaimana mereka mau kembali sementara rumah-rumahnya masih belum bisa ditempati, bahkan ketakutan akan potensi terjadinya gempa lagi masih ada. Jangan Biarkan Mereka Mati Kedinginan di Pengungsian

Menjadi sebuah kenyataan bahwa kondisi mereka di pengungsian saat ini tidaknya baik-baik saja. Dinginnya udara yang merasuk tubuh para pengungsi, kini telah menjadi ancaman tersendiri.

Yuk sahabat, jangan biarkan mereka mati kedinginan di pengungsian.

Bantuan penghangat seperti selimut, matras, dan hunian yang layak, sangat mereka harapkan. Mari kita jadikan musibah yang melanda beberapa wilayah negeri kita ini sebagai introspeksi diri dan memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian kita.

BACA UPDATE BERITA SELENGKAPNYA :

Bagikan :
Campaign Update