Bantu yang Sepi Penghasilan karena Sepinya Jalanan


11 Mei 2020


Bantu yang Sepi Penghasilan karena Sepinya Jalanan

LAZNAS DEWAN DAKWAH - Dua bulan lebih pandemi corona telah menginfeksi kehidupan kita di Indonesia. Krisis yang awalnya menyerang kesehatan ini, kini mengurat hingga ke nadi ekonomi kecil. Sementara itu, banyak pekerjaan yang disapu bersih dan tak mampu lagi menghidupi meja dapur rumahnya. (Bantu yang Sepi Penghasilan karena Sepinya Jalanan)

Mereka adalah saudara kita yang selama ini menggantungkan punggung keluarga pada pekerjaan informal dengan penghasilan harian. Di antaranya para pedagang kaki lima, penjaga toko, pengemudi transportasi berbasis online maupun offline, buruh harian, dan masih banyak lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha mikro 62.106.900, usaha kecil 757.090, usaha menengah 58.627 dan usaha besar berjumlah 5.460 unit. Dari jumlah tersebut 98% usaha pada level mikro atau sekitar 63 juta terkena dampak. (Bantu yang Sepi Penghasilan karena Sepinya Jalanan)

Yuk Bantu yang Sepi Penghasilan karena Sepinya Jalanan



Di tengah pendemi yang mengancam nyawa sekalipun, mereka mau tidak mau mengabil resiko untuk mengadu nasib. Sebab apabila tiada penghasilan roda kehidupan keluarga dapat terancam. Meski demikian, kini mereka terpaksa pulang dengan membawa receh penghasilan yang tak seberapa dengan diiringi ‘maaf’ pada anak dan istri.

Jalanan dan ruang publik sepi karena banyak kegiatan yang kini terkonsentrasi di rumah. Penjualan jasa dan barang yang mereka jajakan menurun drastis. Padahal, kebutuhan sehari-hari keluarga harus tetap terpenuhi. Hingga tidak jarang yang ‘mengemis’ meminta keringanan biaya tetap bulanan keluarga, seperti kontrakan dan spp sekolah anak yang harus tertunggak.

Kisah pilu mereka mungkin tidak banyak kita dengar, karena mereka tiada bersuara dan meminta-minta untuk diperhatikan. Akan tetapi, mereka tetap butuh penghasilan untuk menyambung hari-hari keluarga.

Kita yang lebih beruntung dengan pekerjaan dan penghasilan yang tak terputus dapat berperan bagi mereka dengan memberikan uluran kepedulian donasi. Nyalakan semangat mereka bahwa mereka tiada sendiri. Ada kita, saudara-saudara yang peduli akan nasib dan kondisi mereka.

Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Namun, kita tahu bahwa kita punya pilihan untuk bisa hadir menguatkan, membantu, serta mendoakan mereka yang membutuhkan. Dengan bersama-sama, kita putar balik krisis ini jadi pengerat jalinan persaudaraan yang saling mempedulikan keadaan sesama.

Bagikan :
Campaign Update