LAZNAS Dewan Dakwah - Lebih dari seratus anak pedalaman Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, membentuk banyak lingkaran kecil di Masjid Al-Anshor, Dusun Senben. Mereka merasa beruntung, sebab ada sarjana putra NTT yang berbesar hati kembali ke kampungnya untuk membina keislaman warga setempat. (Lampu Tenaga Surya Hidupkan Dakwah Islam di Senben)
Alumnus ilmu dakwah STID M Natsir, Ustadz Zulkifli Banfatin, itu rela berjalan kaki setiap hari dari Dusun Oeue ke Dusun Senben demi anak-anak Senben bisa mengaji Iqra dan Qur’an dengan lancar. Jarak perjalanannya lumayan, berkisar 30 menit dengan naik turun bukit.
Namun siapa duga, sesampainya di Senben, Ustadz Zulkifli malah dibekap gelap. Sebab sampai saat ini, listrik belum menyentuh dusun pedalaman itu. Gelapnya bukan main. Tapi, masih kalah dengan nyala antusiasme anak-anak yang mengaji malam hari.
Atas sukarela guru ngaji lokal, Ustadz Ahmad Guemau, yang membersamai Ustadz Zulkifli, Masjid Al-Ashor tidak lagi gelap. Lampu sederhana yang mengandalkan tenaga surya disedekahkannya untuk kegiatan keagamaan di masjid. Meski lampu itu redup dan tidak terlalu terang, namun Alhamdulillah kegiatan mengaji dapat terus berlangsung rutin tiap ba’da Magrib-Isya.
Pengajian ini mulai dihidupkan kembali Ustadz Zulkifli dan Ustadz Guemau sejak program Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir (setara KKN) tahun lalu. Setahun belakangan ini, pengajian lebih kontinu dilaksanakan. Tidak lagi banyak bolong-bolong.
Dukung terus berlangsungnya pembinaan dakwah oleh Ustadz Zulkifli di Senben dan ratusan guru ngaji lainnya yang kini tengah membersami sauadara Islam di pedalaman. Dari sedekah dan zakat Anda menjadi aliran pembinaan dakwah Islam dan bagi mereka yang jauh, namun sangat membutuhkannya.