Loading....
LAZNAS Dewan Dakwah - Kehidupan di Indonesia bagi keluarga pengungsi Rohingya menjadi secercah harapan terang untuk dapat hidup layak sebagaimana warga negara manapun di dunia.
Myanmar bukan lagi menjadi tempat yang aman bagi para Muslim Rohingya. Mereka dilucuti kewarganegaraannya dan tidak diakui sebagai bagian dari Myanmar. Tahun 2016 menjadi peristiwa besar yang menyedihkan bagi Muslim Rohingya.
Rakhine State, negara bagian dari Myanmar tempat mereka menetap dan menjalani hidup “dibersihkan” dari Muslim Rohingya. Sebagian besar mereka beralih ke Bangladesh. Sedang sebagian lagi pergi mengadu kehidupan yang lebih layak ke negara lain.
Puncak dari kesewenangan Militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya terjadi pada Oktober 2016. Isu perbedaan ras dan agama memancing Militer Myanmar untuk membakar rumah warga, mengambil harta kepemilikan secara rampas, memerkosa para perempuan, hingga membunuh sebagian warga Muslim Rohingya.
Akibat kejadian tersebut, 700 ribu Muslim Rohingya mengungsikan diri ke Bangladesh, para petugas keamanan Bangladesh memperketat pengamanan. Bagi setiap pengungsi Rohingya yang masuk ke dalam pengungsian, sulit untuk mendapatkan izin keluar lagi.
Situasi di pengungsian sangat buruk. Terjadi berbagai krisis yang menimpa para pengungsi Muslim Rohingya di Myanmar; Krisis kekurangan makanan, pakaian, air bersih, tempat berteduh, kesehatan, dan obat obatan.
“Alhamdulillah, mereka (Laznas Dewan Dakwah) membantu kami lebih dari sekedar bantuan. Mereka memberikan perhatian yang besar kepada kami. Mereka membantu kami secara finansial. Mereka membuatkan tempat tinggal untuk kami. Mereka membantu makanan dan segalanya yang bisa dilakukan untuk kami,” kata Tahsin (pengungsi rohingya) saat mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada LAZNAS Dewan Da’wah.
Yuk bantu berikan secercah harapan untuk melanjutkan kehidupan yang lebih layak bagi ribuan Muslim Rohingya lainnya!