Loading....
LAZNAS Dewan Dakwah - Bagaimana rasanya bila kita haus, tapi air jauh dan harus ke tengah hutan dahulu? Apalagi untuk keperluan MCK, untuk masak, dan berbagai keperluan lainnya. Sulit Sumber Air, Santri Maluku Andalkan Air Hujan dan Air Kali di Tengah Hutan
Inilah yang dirasakan oleh para santri Pesantren Ibadurrahman Dobo, Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Ustadz Evan Al-Farisi yang mengabdikan dakwahnya di sini pun telah merasakan sejak awal kedatangannya di awal tahun ini.
Air menjadi barang berharga. Dimana ada ada air, tempat itulah mereka datangi. Pada kondisi awal, Ustadz Evan dan para santri mengambil air ke tengah hutan dengan menempuh jarak sekitar setengah kilo dari pesantren.
Membelah lebatnya semak-semak dan rimbun pepohonan, mereka lakukan untuk menuju sumber air di kali. Sampai di sana, airnya pun terbatas dengan kondisi apa adanya.
Akhirnya, Ustadz Evan dan para santri pun berikhtiar untuk menggali sumur sendiri, dengan alat seadanya dan tenaga sendiri, berjibaku dengan peluh keringat, tanah, dan lumpur. Sumur digali, air juga tak banyak didapat karena belum dalam.
Dangkalnya sumur dan airnya keruh kemudian mengering, sumur terisi air bila hujan saja.
Ikhtiar telah dilakukan, tapi itulah kondisi santri Ibaadurrahman sekarang dengan kesulitan yang dihadapi. Kini tawakal mereka gantungkan kepada Allah sebagai sumber dari segala kehidupan.
Tampungan air hujan juga menjadi andalan untuk mendapatkan air. Saat hujan di beberapa daerah membawa duka bencana, tapi di sini, hujan sangat dirindu dan diharapkan.
Manusia mana yang bisa hidup tanpa air? Yuk sahabat, kita bantu kelangsungan hidup mereka dengan alirkan sumber air melalui pembangunan sumur untuk mereka.