Loading....
Tepat pukul 23.00, dalam hening malam yang larut, Ustadz Erpan Fadhilah menghubungi tim Laznas Dewan Da’wah Bengkulu. Dengan suara yang berat dan penuh harap, beliau menceritakan sebuah kondisi yang menyentuh hati.
Di Dusun 1 Semidang Alas, berdiri Masjid Al-Wajid rumah ibadah yang menjadi saksi sujud dan doa masyarakat pedalaman. Namun hingga kini, masjid itu belum memiliki sumur air bersih. Anak-anak dan jamaah harus berjalan menuju hulu sungai untuk mengambil air, bahkan untuk sekadar berwudhu sebelum menghadap Rabb-nya.
Masjid ini masih berdiri sederhana, semi permanen, dengan kondisi yang belum rampung dan pintu yang belum terpasang. Waktu dan keterbatasan perlahan menggerus kenyamanan tempat suci ini.
Di balik perbukitan Bukit Barisan yang kokoh dan bebatuan yang mengelilinginya, tersimpan satu harapan besar: hadirnya sumur air bor dan fasilitas wudhu yang layak. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan ikhtiar dan biaya sekitar 30 sd. 35 juta rupiah.
Sebuah harapan sederhana agar air bisa mengalir lebih dekat, dan ibadah bisa ditegakkan dengan lebih mudah.
Catatan : Apabila pembangunan sumur air telah selesai dan campaign donasi tetap aktif, nantinya anggaran akan disalurkan ke lokasi yang membutuhkan lainnya