Loading....
Laznas Dewan Dakwah – Saat kita masih dapat merayakan Idul Adha dengan tenang, saudara Muslim Rohingya masih hidup dalam bayang-bayang penderitaan panjang.
Hingga hari ini, Muslim Rohingya terusir dari tanah kelahiran mereka, hidup di kamp-kamp pengungsian dengan keterbatasan ekstrem. Akses pangan yang minim, sanitasi buruk, serta pembatasan ruang gerak membuat mereka sulit memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi.
Berbagai laporan kemanusiaan internasional menyebutkan bahwa pengungsi Rohingya terutama anak-anak dan lansia menghadapi ancaman serius kekurangan gizi. Daging qurban adalah kemewahan yang nyaris tak pernah mereka rasakan. Bahkan untuk sekadar makan sehari-hari, banyak yang harus bergantung pada bantuan.
Sahabat, Idul Adha adalah momentum berbagi dan membela yang lemah. Qurban yang sahabat tunaikan bukan hanya menggugurkan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi penyambung hidup bagi saudara kita yang lama terabaikan.
Insya Allah, qurban sahabat menjadi wujud nyata ukhuwah Islamiyah menguatkan mereka yang terasing, menghangatkan hati yang lama terluka.
Pengalaman penyaluran qurban tahun-tahun sebelumnya membuktikan, amanah sahabat mampu menembus batas negeri dan menyapa mereka yang paling membutuhkan, termasuk pengungsi Rohingya di tengah keterbatasan.