Loading....
Koh Dondy Akan Turun Langsung Menemui Para Mualaf di Dusun II
Laznas Dewan Dakwah – Sahabat pasti bertanya, Mengapa penantian qurban ini memakan waktu hingga 20 tahun?
Kisah ini bermula 20 tahun silam. Masyarakat adat yang awalnya menganut animisme ini merasa tertarik ketika melihat orang melakukan kegiatan agama. mereka mendengar kabar tentang ajaran agama Islam yang sejalan dengan adat istiadat mereka, yakni sama-sama tidak memakan babi. Melalui rapat yang dipimpin oleh ketua adat, mereka akhirnya bersepakat untuk memeluk agama Islam dan mengucap dua kalimat syahadat.
Dua Dekade Tanpa Pembinaan
Sayangnya, ujian datang setelah mereka bersyahadat. Sosok yang membimbing mereka masuk Islam harus kembali pulang ke daerah asalnya. Sejak saat itu, tidak ada satu pun da'i atau ustaz yang ditempatkan di kampung tersebut untuk memberikan pembinaan.
Selama 20 tahun mereka menyandang status muslim, namun mereka tidak benar-benar mengenal Islam. Mereka hidup tanpa mengetahui tata cara shalat, wudhu, apalagi memahami syariat berqurban.
Cahaya Dakwah di Tahun 2025
Titik terang itu akhirnya tiba pada tahun 2025 tepat 20 tahun setelah mereka mualaf. Kisah suku di Donggala ini terdengar oleh Dewan Dakwah. Merespons kondisi tersebut, Dewan Dakwah bergerak cepat mengirimkan da'i ke Dusun II Mualaf, Rio Pakava, untuk membina dan mendampingi masyarakat di sana.
Buah dari ikhtiar dakwah ini begitu manis. Pada Iduladha 2025, untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup mereka setelah lebih dari 20 tahun, masyarakat mualaf pedalaman ini bisa melaksanakan ibadah qurban walaupun hanya 1 ekor sapi untuk ratusan orang yang tentunya sangat tidak cukup.
Menyambut Iduladha Tahun Ini
Kisah inspiratif dan penuh haru ini turut menggerakkan hati banyak pihak. Pada momentum qurban tahun ini, Koh Dondy Tan tertarik untuk turun langsung ke Dusun II Mualaf, Rio Pakava. Beliau berencana untuk hadir dan membersamai langsung pelaksanaan qurban, merajut ukhuwah bersama saudara-saudara mualaf yang terus bersemangat mempelajari Islam. Harapannya bisa dikirimkan 5 ekor sapi untuk ratusan jiwa mualaf Dusun II dan sekitarnya.
Dengan semangat “Bismillah Bisa Qurban”, mari tunaikan qurban yang lebih bermakna, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.
Karena qurban terbaik bukan hanya tentang berkurban, tetapi juga tentang menguatkan saudara seiman yang sedang berjuang menjaga keistiqamahan.